Senin, 09 Agustus 2010

PTK GURU AGAMA KRISTEN

PTK GURU AGAMA KRISTEN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( PTK )


oleh
Sudirman, S.Pd.
Pengawas TK/SD Kota Semarang


Disampaikan pada
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GURU-GURU AGAMA KRISTEN SD
TINGKAT LANJUTAN DEPATEMEN AGAMA
PROVINSI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2009






Bagian I
Tujuan pelatihan PTK
Standar Kompetensi
Peserta mampu menyusun rancangan Penelitian Tindakan Kelas untuk perbaikan kualitas proses pembelajaran sesuai bidang studi yang diajarkan.

Kompetensi Dasar
1. Guru memahami filosofi, konsep dasar dan karakteristik PTK
2. Guru mampu menyusun rancangan, pelaksanaan, dan pelaporan PTK untuk perbaikan pembelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Guru memahami filosofi PTK
2. Guru memahami karakteristik PTK
3. Guru mampu melakukan refleksi dan merumuskan masalah PTK
4. Guru menguasai dan mampu menyusun PTK
5. Guru menguasai dan mampu mengembangkan instrumen PTK
6. Guru menguasai prosedur PTK

PENDAHULUAN
Kegiatan penelitian bagi guru perlu dilakukan karena dalam praktik pelaksnaan pembelajaran sehari-hari seringkali berhadapan dengan permasalahan yang bersifat situasional, terjadi dalam kelas di mana ia melaksanakan pembelajaran yang mungkin saja permasalahan tersebut sifatnya khas, hanya terjadi di kelas itu, dan tidak di kelas yang lain.
Permalahan PTK lebih berfokus pada hal-hal yang berkenaan untuk memperbaiki proses pembelajaran, seperti berkenaan dengan penampilan guru itu sendiri, siswa, suasana kelas, motivasi, komunikasi, penalaran, aktivitas, kemampuan pemecahan masalah, aplikasi konsep, lingkungan, fasilitas, media, materi, evaluasi, atau pun metodologi.


PENGERTIAN PTK
Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas.
Jika kita cermati pengertian di atas kita akan menemukan ide pokok sebagai berikut :
1. PTK adalah suatu bentuk inkuiri atau penelitian yang dilakukan melalui refleksi diri.
2. PTK dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti seperti guru, siswa, kepala sekolah.
3. PTK dilakukan dalam situasi sosial termask situasi pendidikan.

PRINSIP PTK
Beberapa prinsip dalam melaksanakan PTK adalah :
1. Tidak mengganggu komitmen pembelajaran
2. Diterapkan di kelas tanpa menyita waktu khusus.
3. Peneliti adalah guru dan untuk kepentingan guru yang bersangkutan
4. Konsisten dengan prosedur dan etika.

TUJUAN PTK
Tujuan melakukan PTK adalah meningkatkan dan atau memperbaiki praktik pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru. Kata perbaikan di sini terkait dan memiliki konteks dengan pembelajaran.
Fokus PTK terletak pada tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan dan kemudian dievaluasi apakah tindakan alternatif itu dapat digunakan untuk memecahkan permasahan yang sedang dihadapi guru.

CIRI-CIRI PTK
Bebrapa persyaratan kegiatan guru supaya dapat dikategorikan sebagai PTK adalah sebagi berikut :
4. Harus terlihat adanya upaya untuk meningkatkan mutu professional guru.
5. Kegiatan yang dilakukan melalui PTK harus tertuju pada peningkatan mutu siswa.
6. Tindakan yang dilakukan harus dapat dilihat dalam unjuk kerja siswa secara konkrit yang dapat diamati oleh peneliti.
7. Subjek pelaku bukan perseorangan tetapi klasikal, sehingga tidak ada siswa yang bebas dari tindakan.
8. Pemberian tindakan harus dilakukan sendiri oleh guru yang bersangkutan, tidak boleh meminta bantuan orang lain, misalnya orang tua, kepala sekolah atau yang lainnya.
9. Penelitian tindakan berlangsung dalam siklus.
10. Penelitian tindakan bukan menjelaskan tentang materi, tetapi tentang cara, prosedur, atau metode.
11. Tindakan yang diberikan oleh guru harus baru, berbeda dengan biasanya.
12. Tindakan diberikan oleh guru bukan bersifat teoritis, tetapi berpijak dari kondisi yang ada.
13. Tindakan yang diberikan oleh guru kepada siswa tidak boleh diterima sebagai paksaan, tetapi sudah merupakan kesepakatan bersama antara guru dengan siswa.




14. Ketika tindakan berlangsung ada pengamatan secara sistematis yang dilakukan oleh guru peneliti sendiri atau pihak lain yang dimintai bantuan.
15. Jika peneliti menginginkan meningkatnya hasil dari adanya tindakan, maka perlu ada evaluasi.
16. Adanya evaluasi terhadap hasil sebagai konsekuensi dari proses yang dicobakan dengan menggunakan instrumen yang relevan.
17. Keberhasilan tindakan dibahas dalam kegiatan refleksi, yaitu suatu perenungan bersama tentang pelaksanaan tindakan yang sudah dilaksanakan.


Bagian II
PENYUSUNAN RANCANGAN
LANGKAH AWAL
Langkah awal guru mengajukan sejumlah pertanyaan sebagai berikut :
1. Apa yang sedang terjadi di kelas saya ?
2. Apa penyebab yang menimbulkan masalah tersebut ?
3. Apa pengaruh masalah tersebut terhadap kelas saya ?
4. Apa yang terjadi jika masalah tersebut saya abaikan ?
5. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, calon peneliti menyusun langkah-langkah penelitian PTK berdasar 4 tahap berikut ini :
1. Menyusun Rancangan (Planning)
Calon peneliti membuat ”rincian operasional” mengenai tindakan-tindakan yang akan dilakukan yang meliputi : siapa yang terlibat, apa yang akan dikerjakan, kapan dilaksanakan, alat pengumpul datanya apa, dari mana informasi didapat, dan sebagainya.

2. Melakukan Tindakan (Action)
Tindakan yang dimaksud adalah tindaklanjut dari perencanaan yang telah disusun oleh calon peneliti tadi. Tindakan yang dilakukan calon peneliti yang juga sebenarnya guru yang bersangkutan harus realiabel dan seharmonis dengan tugas-tugas pokoknya, dan mendapat dukungan dari pihak sekolah. Tindakan yang dilakukan adalah ”upaya menerapkan suatu metode / cara / pendekatan / strategi / model ” pembelajaran yang diperkirakan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran.

3. Melakukan Pengamatan (Observasi)
Kegiatan pengamatan yang dimaksud adalah mencermati reaksi, situasi, dan proses dinamika kelas selama dilakukan suatu tindakan. Juga mencermati dampak terhadap hasil belajar. Kegiatan observasi dapat meminta bantuan kolega sejawat sebanyak sesuai dengan kebutuhan.

4. Melakukan Refleksi (Reflection)
Refleksi terkandung maksud bahwa si calon peneliti melakukan analisis, penelaahan terhadap keunggulan, kelemahan yang terjadi pada tindakan yang dilakukan.

TEMA MASALAH
Tema masalah yang dapat dijadikan implementasi PTK di sekolah masing-masing dapat dipilah dan dipilih dari tema berikut ini, atau dapat pula (lebih baik) dari ide sendiri dengan situasi dan kondisi di lapangan. Contoh masalah tersebut antara lain :
1. Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya kurang menarik.
2. Siswa kurang minat membaca dan berlatih
3. Siswa kurang antusias belajar di kelas
4. Tugas atau PR dirasakan sebagai beban
5. Perasaan cemas dalam menghadapi pelajaran Seni dan Budaya
6. Kemampuan penalaran siswa rendah
7. Kemampuan kreativitas seni siswa rendah
8. Kemampuan siswa dalam membuat laporan pergelaran rendah.
9. Kesulitan siswa dalam memahami konsep relatifitas
Berangkat dari tema masalah tersebut, selanjutnya dapat disusun rumusan judul penelitian.

TEKNIK PENULISAN
Latar belakang masalah, isinya mengenai :
a. Rasional atau alasan munculnya masalah
b. Berdasarkan realitas, tidak jauh melambung
c. Alinea terakhir cantumkan permasalahan
d. Tidak keliru dengan landasan teori atau studi pustaka.




Rumusan dan Pembatasan Masalah
e. Tuliskan permasalahan secara operasional
f. Tergambar cara analisis data atau uji statistiknya
g. Keterbatasan penelitian (pokok bahasan, kelas, instrumen / pengumpulan data, waktu dan tempat).
Pertanyaan Penelitian
h. Merupakan penjabaran atau rincian dari rumusan masalah yang sifatnya lebih operasional
Alasan Pemilihan Masalah
Rasional mengapa peneliti memilih masalah tersebut dan bukan masalah yang lain, ditinjau dari :
i. Profesi
j. Kelayakan
k. Inovasi
l. Aktual
m. Kemampuan

Tujuan dan Manfaat Penelitian
n. Bedakan dengan tujuan penulisan / skripsi
o. Tetapkan apa yang ingin dicapai / diketahui
p. Manfaat apa yang bisa diperoleh / dirasakan (spesifik)
Anggapan Dasar dan Hipotesis
q. Anggapan dasar mempunyai ciiri :
a). Merupakan asumsi peneliti
b). Tidak teliti
c). Bukan teori
d). Titik tolak penelitian
r. Hipotesis Tindakan mempunyai ciri :
a). Jawaban tentative terhadap pertanyaan penelitian setelah tindakan
b). dirumuskan berdasarkan anggapan dasar dan kajian studi literature


Studi Literatur
Studi literatur disebut pula dengan studi pustaka, tinjauan pustaka, landasan teori. Studi literatur merupakan :
s. Uraian teori berkenaan dengan permasalahan yang akan diteliti, berdasarkan pendapat para ahli dari sumber resmi (diterbitkan seperti buku, koran, majalah, jurnal) atau hasil penelitian yang relevan.
t. Merupakan kutipan, saduran, atau kajian dari berbagai sumber tertulis.
u. Pokok-poko uraian dalam studi literatur minimal memuat penjelasan tentang istilah-istilah dalam judul atau permsalahan, variabel bebas, dan variabel terikat dibahas sehingga jelas kaitannya.
v. Uraian pada studi leteratur sejalan dengan anggapan dasar dan memiliki dukungan kuat terhadap rumusan hipotesis.
Metodologi Penelitian
w. Subjek penelitian, tempat, dan karakteristik.
x. Instrumen penelitian, jenis, bentuk, dan kualitas.
y. Desain penelitian atau alur tindakan
z. Prosedur penelitian, langkah-langkah terurut, disesuaikan dengan jadwal kegiatan
aa. Studi lapangan, pelaksanaan penelitian, pengumpulan data.
bb. Teknis analisis data, kuantitatif, kualitatif
Hasil Penelitian dan Pembahasan
cc. Deskripsi hasil penelitian
dd. Analisis dan pengujian hipotesis (proses perhitungan ditempatkan pada lampiran)
ee. Diskusi hasil penelitian atau pembahasan.
Penutup
ff. Kesimpulan : sesuaikan dengan masalah, hipotesis tindakan, pengumpulan dan pengolahan data.
gg. Implikasi : tindak lanjut dari hasil penelitian
hh. Saran : spesifik, fleksibel, relevan.
Daftar Pustaka
Gunakan sistem Harvard, dengan urutan :
ii. Nama (tanpa gelar, nama singkatan ditulis di belakang, nama marga ditulis di depan), tahun terbit, judul tulisan/buku (dengan huruf italic), kota, penerbit.
jj. Tiap komponen pada butir a dipisahkan dengan tanda titik, kecuali sesudah nama kota dituliskan titik dua (:)
kk. Tiap satu sumber ditulis satu spasi, untuk baris kedua dan seterusnya menjorok ke kanan satu tabulator.
ll. Urutan nama penulis atau pengarang disusun menurut abjad.
mm. Jarak antara dua sumber adalah dua spasi, tiap sumber tidak diberi nomor urut.
nn. Dua sumber dengan penulis yang sama, nama penulis untuk sumber berikutnya tidak ditulis, diganti dengan garis. Urutkan sumber tersebut menurut tahun terbitnya, jika sama diberi tambahan abjad.
Judul
Judul ditulis dengan karakteristik sebagai berikut :
oo. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca.
pp. Memuat variabel penelitian
qq. Populasi tercermin dalam judul
rr. Permasalahan tersirat
ss. Disajikan dalam kalimat terbuka, menarik untuk dibaca.
tt. Banyak kata sekitar 15 kata.
uu. Pemotongan kalimat jangan rancu.

Bagian III
PRAPTIK PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MENYUSUN USULAN PTK
Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. Rencana itu umum disebut sebagai usulan penelitian (proposal penelitian). Usulan penelitian merupakan langkah pertama dari kerja penelitian. Sedangkan KTI, yang merupakan laporan hasil penelitian, merupakan langkah terakhir.
Pada umumnya usulan penelitian terdiri dari :
Judul penelitian
Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, dan Cara Pemecahan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama : potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi, proses, masukan, atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan.
Bab Kajian / Tinjauan Pustaka yang menguraikan kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan.
Bab Metode Penelitian yang menjelaskan tentang Rencana dan Prosedur Penelitian (terutama prosedur diagnosis masalah, perencanaan tindakan, prosedur pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi hasil penelitian).
Rincian dari langkah kegiatan di atas adalah sebagai berikut :
Contoh :


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR APRESIASI MUSIK GEREJAWI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA
KELAS VI SD BANYUMANIK 01 SEMARANG


Bab Pendahuluan
Bab Pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang Masalah, Perumusan Maslah dan Cara Pemecahan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian dengan uaraian sebagai berikut :
Latar Belakang Masalah berisi uraian yang jelas dan rinci mengapa sesuatu itu dipermasalahkan dan akan dijadikan sebagai penelitian. Dengan kata lain, sub bab ini mengungkapkan berbagai landasan, fakta atau berbagai alasan dari masalah yang akan dicari jawabannya. Alasan mengapa mempermasalahkan tersebut, diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi, tujuan dan manfaat dari penelitian yang diajukan. Akibat banyaknya kemungkinan yang terjadi, permasalahan harus dibatasi. Dengan membatasi permasalahan diharapkan masalah penelitian lebih dapat dipertegas, dalam arti ditentukan batas-batas ruang lingkupnya. Hanya dengan adanya batas-batas permasalahan yang jelas dapat diketahui dan dapat ditetapkan faktor-faktor apa saja yang [erlu dibahas dan faktor-faktor mana yang tidak perlu.
Perumusan dan Pemecahan Masalah : Bagian terpenting pada usulan penelitian adalah permasalahan, khususnya rumusan masalahnya. Rumusan Masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dikaji melalui penelitian. Sebagai pertanyaan sebaiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. Variabel yang akan dikaji harus terungkap jelas demikian pula hubungan di antara variabel tersebut.
Contoh :

1. Apakah dengan penggunaan media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar apresiasi musik gerejawi pada siswa kelas VI SD banyumanik 01 Semarang ?
2. Apakah dengan penggunaan media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas belajar pada siswa kelas VI SD banyumanik 01 Semarang ?

Tujuan Penelitian : menyatakan targe tertentu yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian yang diusulkan. Tujuan Penelitian harus dinyatakan secara spesifik, dalam pernyataan yang jelas. Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga dapat diukur tingkat keberhasilannya
Contoh :

1. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar apresiasi musik gerejawi dengan menggunakan media Audio Visual pada siswa kelas VI SD banyumanik 01 Semarang.
2. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan media Audio Visual pada siswa kelas VI SD banyumanik 01

Sedangkan kegunaan penelitian : menyatakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang didapat dari hasil penelitian yang berguna setidak-tidaknya bagi kepentingan ilmiah atau kepentingan terapan.
Usulan penelitian harus menuliskan pula rancangan pengumpulan dan analisis data, yang disajikan pada bab ketiga. Uraian ini intinya berisi penjelasan bagaimana data diperoleh, menggunakan alat apa, termasuk pila penjelasan tentang rancangan analisisnya.
Contoh :

1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas teori yang ada, dan dapat dimanfaatkan pada mata pelajaran seni budaya khususnya musik gerejawi.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Meningkatkan hasil belajar siswa, karena dengan pengajaran berbasis media Audio Visual siswa akan aktif langsung dan berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugas secara optimal.
b. Bagi guru
Mengembangkan strategi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas belajar siswa yang menjadi tanggungjawabnya.
c. Bagi sekolah
Memberikan input kepada sekolah untuk selalu mendukung dan menyediakan sarana prasarana guru sebagai upaya peningkatan prestasi belajar siswa.

Bab Tinjauan Pustaka
Pada bab kajian / tinjauan kepustakaan dituliskan berbagai kajian teori dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan variabel yang dipermasalahkan. Mengapa ? Karena, cara ilmiah dalam memecahkan persoalan pada hakikatnya adalah digunakannya pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumentasi. Yaitu, dipakainya referensi yang berisi teori ilmiah yang sahih maupun berdasar hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenarannya. Hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenannya pada umumnya merupakan dasar argumentasi ilmiah yang sangat kokoh.
Kriteria kepustakaan yang baik, sedikitnya ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh sumber bacaan yang akan digunakan dalam kajian teori, yakni :
adanya keterkaitan antara isi bacaan dengan masalah yang dibahas, dan
kemutahiran sumber bacaan, artinya sumber bacaan yang sudah kadaluwarsa harus ditinggalkan.
Penelitian dengan daftar kepustakaan yang sangat banyak, namun keterkaitan antara isi kepustakaan dan masalah yang dibahas tidak terlalu jelas, harus dihindari. Kualitas hasil karya ilmiah tidak berkaitan dengan banyaknya buku yang tercantum pada daftar pustaka, tetapi pada kualitas pustaka yang digunakannya.

Bab Metode Penelitian
Pada Bab Metode Penelitian dituliskan antara lain : rancangan penelitian, penjelasan variabel dan instrumen serta metode pengumpulan data, serta rancangan tabulasi dan analisis data dalam pengujian hipotesis.
Rancangan Penelitian : Pada usulan juga dituliskan gambaran langkah dalam pengambilan sampel. Juga harus dapat terjabarkan tekni-teknik dan alat-alat yang akan digunakan untuk mengamati dan mengukur data.
Instrumen Penelitian : Guna memungkinkan pengujian secara empirik maka konsep-konsep yang diajukan harus dapat diamati dan diukur. Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengambil data atau informasi. Kebenaran data atau informasi yang diambil sangat tergantung dari kebenaran instrument yang dipakai. Dengan demikian penetapan, penyusunan dan penggunaan instrument merupakan bagian penting pada pelaksanaan penelitian.
Rancangan Pengumpulan dan Analisis Data : Usulan yang baik harus mampu mengungkapkan gambaran langkah dalam pengambilan sample. Juga harus dapat terjabarkan teknik-teknik dan alat-alat yang akan digunakan untuk mengamati dan mengukur data. Data yang didapat baik malalui eksperimen maupun tidak, akan diperlukan dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan kaidah-kaidah statistika. Usulan penelitian yang baik, harus mampu pula menunjukkan rancangan teknik analisis data yang akan dipakai dan formula statitika yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis.

PROSEDUR PELAKSANAAN PTK
Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini, sebutkan semua yang menjadi perencanaan dalam kegiatan penelitian, seperti :
a. Menentukan sekolah atau subjek penelitian (setting dan karakteristik subjek penelitian)
b. Menetapkan fokus observasi dan aspek-aspek yang akan diamati,
c. Menetapkan jenis data baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif dan cara pengungkapannya serta perencanaan metode dan teknik pengolahan data sesuai dengan sifat data dan tujuan penelitian.
d. Menentukan pelaku observasi (observer), alat Bantu untuk mengamati dan merekam atau mendokumentasikan semua informasi tentang pelaksanaan tindakan beserta dampaknya, pedoman observasi, dan pelaksanaan observasi.
e. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi dan pelaku refleksi.
f. Menetapkan kriteria keberhasilan dalam upaya pemecahan masalah atau penentuan bukti yang akan dijadikan indikator untuk mengukur pencapaian pemecahan masalah sebagai akibat dilakukannya tindakan.
g. Perencanaan tindakan-tindakan lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak ke arah perbaikan program.
Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini deskripsikan tindakan yang akan dilakukan, meliputi pelaksanaan rencana tindakan yang telah disiapkan, termasuk di dalamnya langkah-langkah pelaksanaan atau praktik pendidikan di sekolah dalam setiap siklus. Deskripsikan pula yang mungkin dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan program kegiatan di sekolah sebagai bentuk nyata pelaksanaan tindakan dalam penelitian.


Tahap Observasi
Pada tahap ini deskripsikan tentanb pelaksanaan observasi, meliputi siapa yang melakukan observasi, cara pelaksanaan observasi, alat bantu observasi, dan data yang hendak dikumpulkan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan observasi seperti yang telah disiapkan pada saat membuat perancangan tindakan sebelumnya. Pada tahap ini juga data yang diperoleh diusahakan sampai jenuh, disertai triangulasi.
Tahap Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini deskripsikan prosedur analisis data yang dilakukan, misalnya semua data yang terkumpul diolah melalui tahapan :
Reduksi data, jika terdapat data yang tidak diperlukan.
Penyederhanaan data
Tabulasi data
Penyimpulan data
Selanjutnya hasil analisis data akan digunakan sebagai bahan refleksi. Deskripsikan bagaimana refleksi dilakukan, kapan, dan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan refleksi, serta jelaskan mengapa refleksi dilkukan.


Indikator Kinerja (Kriteria keberhasilan)
Pada bagian ini deskripsikan tolok ukur keberhasilan yang ditargetkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk menetapkan tolok ukur sesuaikan dengan kondisi sekolah, subjek penelitian, dan masalah yang diangkat, misalnya tingkat keberhasilan atau tingkat ketercapaian hasil belajar, kompetensi lulusan, standar penilaian dan lain-lain.
Contoh :

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah :
1. Adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil tes penguasaan kompetensi dasar yang diperoleh mencapai > 65 sebanyak 75% setelah dilakukan tindakan sebanyak 2 siklus.
2. Adanya peningkatan aktivitas siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan skor aktivitas hingga mencapai rerata > 3,00 atau kualifikasi baik. Apabila prestasi yang diperoleh siswa setelah dikenai tindakan mengalami peningkatan seperti diharapkan berarti hipotesis tindakan terbukti.




Daftar Bacaan :
SISTEMATIKA PELAPORAN PTK

BAGIAN PEMBUKAAN
1. Halaman judul
2. Halaman pengesahan
3. Abstrak
4. Kata pengantar
5. Daftar isi
6. Daftar lampiran

BAGIAN ISI
BAB I PENDAHULUAN
Terlihat unsur-unsur :
Latar Belakang Masalah (deskripsikan data faktual awal yang menunjukkan terjadi masalah, tempat setting, pentingnya masalah dipecahkan dengan cara yang dilakukan.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaatt Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA
Ada teori-teori terkait yang memberi arah / petunjuk tentang variabel permasalahan yang dipecahkan serta variabel tindakan yang digunakan untuk mengatasinya.
Ada usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa action tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu KBM, tetapi tidak untuk membuktikan teori. Dari uraian ini tergambarkan kerangka berpikir yang memberikan langkah dan arah penelitian tindakan.
Hipotesis tindakan


BAB III METODE PENELITIAN
Mengandung unsure-unsur :
Setting (lokasi, waktu, maple, sekolah)
Input khas yang dilakukan di luar kebiasaan rutin
Siklus penelitian (jumlah dan alasan mendasar) apakah waktu, pokok bahasan, dll.
Rencana Tindakan :
Alat, materi pelajaran, media atau bahan laborat yang digunakan, kelas, serta siswa bagaimana dipersiapkan.
Pelaksanaan Tindakan :
Tindakan yang dilakukan bersifat rasional artinya berbasis pada akar permasalahan / penyebab masalah; dan fesibel (dilakukan dengan tidak ambisius), artinya tindakan tersebut terdukung oleh faktor materi, jenis tindakan, waktu serta prasarana lainnya.
Pengamatan / Observasi :
Cara melakukan pengamatan, instrumen yang akan digunakan, usaha memvalidasi instrumen dan faktor yang akan diamati.
Refleksi / menganalisis dan sintesis
Cara merefleksi serta mendapatkan dampak akibat tindakan serta kelemahan yang dijumpai, sebagai bahan untuk menyusun tindakan pada siklus berikutnya. Kemukakan tahapan pada siklus berikutnya sesuai dengan jumlah siklus yang telah dilaksanakan.




BAB IV HASIL PENELITIAN
Deskripsi setting penelitian :
Berikan gambaran kondisi lapangan waktu tindakan dilakukan, secara kualitatif maupun kuantitatif tentang semua aspek yang dapat direkam pada saat penelitian.
Hasil Penelitian
Sajikan dengan data yang lengkap dari setiap siklus, yang memberikan perubahan / perbaikan yang dapat diperoleh dari pengamatan / observasi, yang menyangkut berbagai aspek konsentrasi penelitian. Sajian data ini dapat dibuat dalam bentuk grafik / table dengan diberikan berbagai penjelasan dan analisis datanya.
Pembahasan
Rangkum hasil penelitian dari seluruh siklus dan semua aspek konsentrasi penelitian dengan diformulasikan ke dalam bentuk table, grafik, serta dibahas tiap aspek yang diketahui adanya peningkatan, atau tidak adanya peningkatan dengan berbagai alasan yang rasional dan logis. Kalau mampu dikuatkan dengan teori yang relevan lebih kuat.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Kemukakan simpulan yang diperoleh dari hasil analisis pada bab sebelumnya, dengan memperhatikan perumusan masalah dan tujuan penelitiannya.
Saran
Kemukakan saran secara operasional bila mungkin dengan mendasarkan simpulan yang diperoleh.




BAGIAN PENUNJANG
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN :
RENCANA PEMBELAJARAN
SEMUA INSTRUMEN
CONTOH HASIL KERJA GURU, SISWA
FOTO KEGIATAN
DAFTAR HADIR
LAIN-LAIN YANG DIANGGAP PENTING



CONTOH JUDUL PTK


MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MELAKUKAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI DISKUSI KELOMPOK MODEL SNOW BALL PADA SISWA KELAS V SDN 03 PUTAT KECAMATAN PURWODADI GROBOGAN
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SCIENTIFIC INQUIRI PADA KELAS V SEMESTER 2 SDN 01 KURIPAN
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENULIS HURUF MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA SDN 03 PUTAT
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE CERAMAH VARIASI DAN DEMONSTRASI SERTA MEDIA GRAFIS PADA MATERI PENGOLAHAN DATA SISWA KELAS VI SDN 06 KURIPAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENENTUKAN AKAR PANGKAT TIGA SUATU BILANGAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK MODEL JIGSOW PADA KELAS VI SDN BANDARHARJO SEMARANG
METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGHAYATAN SURAT PENDEK AL QURAN PADA KELAS V SD TUGU
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN FOTOSINTESIS MELALUI METODE EKSPERIMEN.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE DISKUSI DAN MEDIA GAMBAR TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD BANYUMANIK SEMARANG
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN CANDISARI PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK MELALUI METODE EKSPERIMEN
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MELALUI ILUSTRASI GAMBAR SERI SISWA KELAS VI SDN SAMPANGAN
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA POKOK BAHASAN FOTOSINTESIS MENERAPKAN METODE CARD SHORT PADA SISWA KELAS II SDN SRONDOL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar