Minggu, 22 Agustus 2010

PERAN GEREJA TERHADAP GURU PAK

Bagaimanakah kita, khususnya di dalam gereja, dapat memberi dukungan kepada para pemimpin yang kita perlukan di kelas-kelas anak-anak, pemuda, dewasa dan bagi keseluruhan pelayanan pendidikan Kristen? Dua kunci utamanya adalah orientasi yang efektif, dukungan, dan pelatihan yang terus-menerus.
ORIENTASI
Luangkan waktu bersama-sama dengan para pemimpin yang terpilih sebagai pemimpin bidang pendidikan, koordinator masing-masing kelas, pemimpin sekolah minggu, dan koordinator pelayanan kelompok kecil untuk mendiskusikan tanggung jawab, misi, tujuan-tujuan, dan rencana-rencana.
Berikan sebuah buku kepada para guru untuk dibaca, kemudian undanglah mereka untuk mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isi dari buku itu dalam sebuah pertemuan.
Rencanakan untuk mengadakan suatu pertemuan orientasi untuk para guru baru. Gunakan waktu ini untuk mengenal mereka dengan lebih baik, kemukakan misi dan tujuan-tujuan pendidikan kristen, memahami ciri-ciri tiap tahap usia dan membuat kesepakatan waktu untuk menyusun rencana dan ruangan. Masukkan pula ibadah di dalamnya. Sebagai bagian dari program orientasi, pertimbangkan hal-hal berikut ini.
1. Buatlah kesepakatan yang akan membantu para guru dan pemimpin pendidikan lainnya untuk memahami harapan yang ingin dicapai dan apa yang diharapkan dari mereka.
2. Sediakan buku pegangan yang berisi informasi mengenai prosedur, jadwal, sumber-sumber, rencana, sifat-sifat murid, penyusunan kelas, dan masalah-masalah lain. Anda bisa juga memasukkan ke dalamnya kartu-kartu ucapan selamat ulang tahun "Semoga cepat sembuh" dan "Kami merindukanmu" yang dapat digunakan guru di kelas mereka.
3. Undanglah tim guru untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul, ditambah jadwal dan tanggung jawab dalam menyiapkan minggu pertama. Ini adalah waktu yang tepat untuk pembentukan tim!
4. Undanglah seorang guru untuk melihat kelas, bekerja sama dengan guru yang sudah berpengalaman dan menghadiri suatu seminar atau mengunjungi laboratorium sekolah.
DUKUNGAN DAN PELATIHAN YANG TERUS-MENERUS
Berikan kesempatan pelatihan dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan para guru dan pemimpin pendidikan. Satu ukuran tidak sesuai untuk semuanya! Berikut beberapa ide yang bisa digunakan.
1. Buatlah rencana untuk memberikan penyegaran rohani bagi para guru. Mereka mungkin terlibat dalam kelompok pemuridan, persekutuan, atau persekutuan-persekutuan lainnya. Mulailah dengan kelompok pemahaman Alkitab dengan mendiskusikan ayat-ayat yang digunakan dalam kurikulum.
2. Sediakan sumber-sumber bahan yang bagus, misalnya "Dick Murray`s Teaching the Bible to Adults and Youth" (Abingdon Press, 1993), "Skill Abilities Books for Youth Leaders" (Abingdon Press, 1998), majalah-majalah, misalnya "Children`s Teacher" dan "Leader in Christian Education Ministries", dan sumber-sumber tersambung (online), misalnya "YouthNet".
3. Ajaklah para guru untuk mengikuti kursus pelatihan online (lihat Reporter Interactive, Jan. 26). Informasi lebih lengkap, kunjungi www.cokesbury.com.
4. Adakan seminar bagi para guru di gereja Anda. Beberapa gereja merencanakan pertemuan semancam ini pada hari Minggu pagi pada saat jam sekolah minggu, dengan mengganti atau mengadakan acara khusus untuk kelas-kelas di sekolah minggu.
5. Buatlah sumber bahan bagi para guru di perpustakaan gereja Anda dengan bahan-bahan yang dapat memerkaya para guru dan pengajaran mereka.
Jadikan pengembangan guru dan pemimpin yang baik sebagai prioritas dalam gereja Anda. Dalam semua kegiatan, komunikasi yang baik adalah kuncinya. Beberapa gereja lebih senang menggunakan surat elektronik (e-mail), yang lebih mudah dan cepat, sedangkan gereja lain lebih senang menggunakan telepon atau kartu pos.
*) Jean Foster adalah seorang pemimpin yang berijazah dalam bidang pendidikan dan pelayanan diakonia di Nashville. Artikel ini didasarkan pada artikel yang diterbitkan di majalah kepemimpinan. (t/Ratri)
Sumber:
· Sunday School It`s for Life!, http://sundayschool.cokesbury.com/content.aspx?dyn=377, Artikel Equipping Teachers and Leaders for Sunday School Classes oleh Jean Foster.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar