Senin, 10 Agustus 2009

Profesionalitas Guru PAK

PROFESIONALITAS GURU PAK DAN PEMBINAAN
IMAN KRISTEN
Oleh: Ev. Timotius Sukarman, S.PAK, M.Th

Guru merupakan unsur penting dalam proses belajar mengajar di bidang Pendidikan, serta memiliki tanggung jawab yang besar. Guru adalah Pembimbing siswa untuk mengenal, memahami dalam menghadapi semua yang berkaitan dengan pendidikan. Profesi atau pekerjaan guru sangat penting untuk pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya dalam pembinaan iman siswa.
Dalan pembahasan bab ini penyusun akan meninjau secara singkat serta menghubungkan antara prosefionalitas seorang guru PAK dengan salah satu tugasnya yaitu dalamm upaya membina iman Kristen siswa.
Dalam Perjanjian Baru tugas mengajar sangat penting yang dapat dipahami dari kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus sendiri karena PAK tidak terlepas dari Sang Guru Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia adalah guru yang datang dari Allah (Yohanes 3:2). Sebagai guru, Yesus sangat diperhitungkan keahlian-Nya oleh rakyat Yahudi, sehingga menyebut sebagai RABBI. Suatu gelar kehormatan yang menyatakan betapa ia dikagumi oleh semua orang karena Yesus sendiri dengan tegas mengakui diri-Nya sebagai guru kepada murid-muridnya. “Kamu menyebut aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. Memang Akulah Guru dan Tuhan (Yohanes 13:13).
Tuhan Yesus layak disebut Guru Agung atau Rabbi karena semua pengajarannya disertai dengan kuasa, otoritas, wibawa, mujizat sehingga orang yang mendengar pengajaranNya menjadi terpukau dan memberi tanggapan positif. Tuhan Yesus adalah Guru yang tiada taranya dimana seluruh kehidupan dan pengajaran yang mulia sampai akhir hidupnya yakni menyelamatkan manusia dari segala dosa. Dalam hal ini John. M. Nainggolan mengemukakan 10 hal mengenai kehidupan Yesus yang perlu diteladani oleh seorang guru Kristen diantaranya :
1. Yesus memiliki tujuan di dalam mengajar yaitu pertobatan dan pembaharuan hidup serta kekuatan akan firman Allah yang dipraktekkan dalam hidup sehari-hari.
2. Yesus memiliki kedekatan dengan murid-murid-Nya
Sebagian besar waktu-Nya di habiskan bersama murid-murid sehingga Yesus mengenal pribadi murid-muridnya.
3. Yesus menggunakan metode yang kreatif dan kontektual
Yesus mengajar lewat pengalaman hidup orang yang mendengarkannya dengan keadaan orang yang ada dihadapannya.
4. Yesus mengajar dengan menjawab kebutuhan.
Yesus memperlihatkan kesesuain antara perkataan dan perbuatan yang sangat berbeda dengan para ahli Taurat.
5. Yesus konsisten dengan kebenaran karena pengajarannya adalah kebenaran yang dinyatakan dengan penuh cinta kasih, sesuai yang diungkapkan dalam Yohanes 14 : 6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup……”.
6. Yesus sabar dalam menghadapi keanekaragaman karakter murid-murid.
Yesus memiliki 12 murid dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda tetapi dengan penuh kesabaran Yesus mengajar dan membimbing para murid supaya dengan pengajaran Yesus para murid menjadi manusia yang terdidik dan berkepribadian kuat.
7. Yesus mengajar secara dinamis.
Pengajaran Yesus selalu membangkitkan perasaan ingin tahu yang besar sehingga mendorong murid-murid untuk mencari tahu setiap firman yang diajarkannya.
8. Komitmen Yesus dalam panggilannya sebagai pengajar.
Melalui pengajarannya terdapat kesempatan yang mulia untuk membina cita-cita pandangan dan kelakuan orang-orang sehingga pengajaran sebagai alat pembaharuan hidup. Oleh karena itu Yesus dikenal sebagai guru, tuan dan rabbi seperti pengakuan Nikodemus,”Rabbi kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah”. (Yohanes 3 : 2).
9. Yesus mengerti dan memahami firman Allah
bagi semua umat manusia.
Dengan hal diatas maka guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus memperlengkapi dirinya dengan firman Allah. Sejak kecil Yesus belajar Firman Allah dengan sungguh-sungguh dirumah ibadah sehingga Yesus sangat menguasainya dan Yesus sanggup menjawab pertanyaan iblis dengan firman Allah. Lukas 4 : 16.
10. Yesus rela membayar harga
Yesus sebagai Guru Agung yang rela berkorban demi menebus dosa manusia bahkan mati di salib bagi seluruh umat manusia.

Pertama-tama yang harus kita pahami adalah bahwa guru PAK sebagaimana dimaksud di atas harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus sebagai guru yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelaksanaan tugas keguruan dalam upaya pembinaan iman kristen siswa, sebagai konsekuensi dari tugas panggilan, yaitu harus hidup dalam iman.
Untuk menjadi yang patut diteladani, baik dalam perkataan terlebih dalam perbuatannya, maka beberapa syarat harus dimilikinya. Yesus mempunyai itegritas yang tinggi. Semua kata-kata Yesus selalu singkrron atau selaras, sejalan dengan perbuatanNya. J.M Price, dalam Buku Yesus Guru Agung, mengatakan bahwa : “Syarat yang terpenting bagi seorang guru ialah kepribadiannya sendiri. Sebuah teladan lebih berharga daripada seratus kata nasehat. Perbuatan seseorang lebih berpengaruh daripada pertataannya”.2

4.1. Profesionlitas Guru Agama Kristen
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar. Sebagai guru yang Profesional pertama-tama harus memahami profesi keguruan. Oleh karena itu, Profesionalitas guru agama Kristen sangat memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pembinaan iman siswa.
4.1.1. Guru PAK dan kualitas Rohani.
Sesuai dengan bidang tugasnya, seroang guru Pak adalah guru yang punya kwalitas rohani yang lebih dibandingkan dengan guru pada umumnya. Di bawah ini beberapa kualitasiman dari Guru Pak yang Profesional, yaitu:
4.1.1.1. Memiliki Pengalaman Rohani
Melaksanakan tugas pekerjaan sebagai guru PAK bukanlah sekedar rutinitas pekerjaan atau sarana untuk mendapatkan imbalan (gaji) dan mencari nafkah karena tugas guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan isi Alkitab atau pengetahuan agama tetapi berkenaan kehidupan Rohani Guru, yaitu ; guru harus menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya, memiliki pertobatan, mengalami kelahiran baru (Yoh. 3:3, 1 Kor. 5:17) dan memiliki iman yang dewasa kepada Allah (Ibr. 5:11-6:6).
Homrighausen dan L.H Enklaar dalam buku Pendidikan Agma Kristen menyatakan sebagai berikut:
“Seorang guru harus mempunyai pengalaman rohani perlu ia sendiri mengenal Tuhan Yesus batinnya harus di jamah dan diterangi oleh Roh kudus,harus mempunyai hasrat sejati untuk menyampaikan Injil kepada sesamanya manusia dan ada dorongan yang kuat untuk mengantar orang lain kepada Yesus Kristus. Seorang Guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang isi Iman Kristen yaitu harus mengenal Alkitab dengan baik dan ia sendiri perlu di didik dan di latih sebelum ia mengajar orang lain.Guru perlu mengetahui bagaimana iman bertumbuh dalam batin manusia dan bagaiman iman berkembang dalam hidup orang percaya. Seorang Guru harus mempelajari ilmu jiwa yang berhubungan dengan soal-soal agama. Ia harus menunjukkan kesetiaan yang sungguh kepada gerejanya dan ia sendiri harus rajin mengambil bagian dalam kebaktian pekerjaan gereja umumnya, jangan hanya menaruh minat terhadap tugasnya sendiri dan seorang guru harus mempunyai pribadi yang jujur dan tinggi mutunya.

Selain itu guru agama Kristen dapat mengantar siswa mengenal dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus karena ia dapat menceritakan pengalaman iman kepadanya. Andar Ismail mengungkapkan :
Iman bukan sekedar pengetahuan melainkan keyakinan yang bertumbuh melalui pergumulan dan pengalaman yang dihidupkan dalam sikap dan perilaku, iman tidak boleh statis sebab akan mati atau menjadi benda antik yang tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya hanya dipandang atau menjadi hiasan.

Hal ini menunjukkan guru agama Kristen terpanggil untuk bertumbuh kearah pengenalan yang semakin dalam mengenai pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai guru yang harus diteladaninya dalam hidup sehari-hari dalam melaksanakan tugas keguruan sehingga menghasilkan buah-buah iman. Sesuai yang diungkapkan oleh Paulus Lilik Kristianto :
Iman yang dimiliki seorang guru Kristen haruslah iman kepada Allah, iman kepada Alkitab dan iman kepada panggilan Allah. Iman seorang guru Kristen yang efektif haruslah iman yang aktif dimana pengajarannya bergantung pada kuasa Roh Kudus dan kesucian hidup yang menjadi keteladanan dalam perbuatan yaitu harus mengetahui kebenaran dan menerapkan dalam hidupnya.

Untuk itu guru agama Kristen sebagai pengajar iman Kristen tentunya sangat memerlukan kuasa urapan dan kehadiran Roh Kudus karena Roh Kudus sebagai pengajar yang sesungguhnya (Yoh 14 : 26) dalam membimbing dan memahami kebenaran firman Allah, yang semuanya itu di wujudkan adanya sikap hormat, kasih berbakti, setia, penuh penyerahan dan memuliakan Allah, terlebih dinyatakan dalam tindakannya memperhatikan dan menolong siswa untuk hidup dalam nilai-nilai kerajaan surga seperti menghargai orang lain, penuh kejujuran, keadilan, persaudaraan dan mau bekerja keras.Iman bagi seorang Guru agama merupakan suatu perjalanan yang menghendaki perubahan terus-menerus dalam kepercayaan dan pemahaman menuju kedewasaan rohani. Guru seharusnya mendalami alkitab, memiliki kehidupan doa seperti teladan Yesus (Markus 1:35), memiliki hubungan dengan Allah dan saudara seiman (yoh 5:7), bersaksi bagi Kristus dan taat kepada Kristus (lukas 6:36-49)

4.1.1.2. Memiliki Pengetahuan dan Kebenaran Firman Allah
Seorang guru yang profesioal harus mempunyai pengetahuan dan kebenaran firman Allah sebagai bahan pengajaran yang utama, karena semua bahan pengajaran dari seluruh Alkitab dan berkaitan dengan Kristus. Guru harus mengajarkan benih firman dengan setia dalam kuasa Roh Kudus, sehingga pada akhirnya siswa mengalami perubahan karena firman Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Seperti yang diungkapkan J. M. Price dalam bukunya “Yesus Guru Agung” :

Pada saat itulah ia dibenarkan oleh Allah bukan karena perbuatan tetapi kasih karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus (Efesus 2:8-9). Orang yang telah dibenarkan Allah mengalami lahir baru atau menjadi ciptaan baru yang harus melakukan pekerjaan baik (ayat10). Jadi dengan hal tersebut seorang Guru PAK harus memiliki pemahaman dan pengertian mengenai kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3). Di dalam pengajaran-Nya Tuhan Yesus juga membina sifat-sifat jujur, rendah hati,murah hati, kesucian, tidak mementingkan diri sendiri, sukacita dan penuh pengorbanan.

4.1.1.3. Memiliki Karakter Kristus.
Karakter berarti menyangkut kepribadian yang utuh dari seseorang, sehingga kepribadian sangat menentukan nilai kehidupan seseorang. Karakter atau kepribadian seorang Guru PAK Profesional juga menentukan keberhasilan Guru dalam mendidik dan mengajar siswa sebagai pembimbing rohani dalam menumbuh-kembangkan iman siswa, karena guru PAK tidak hanya sekedar sebagai pengajar ilmu saja tetapi lebih daripada itu guru menjadi contoh dari kehidupan yang diajarkan dan yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut J.I Parker, sifat atau kepribadian seorang guru meliputi guru tidak boleh malas, harus tenang, tidak boleh memihak, sabar, tidak boleh mencemarkan martabatnya dengan berseda gurau, tidak boleh mengecilkan hati anak atau merendahkan, menunjukkan dosa adalah menjijikkan, menghukum semua perbuatan salah dan harus menepati semua janjinya.

Dengan demikian maka karakter sebagai Guru PAK seharusnya mengacu kepada Pribadi Yesus Kristus sebagai Sang Guru Agung karena seluruh kehidupan Guru PAK merupakan contoh bagi para siswanya. Tuhan Yesus Kristus layak disebut sebagai Guru Agung karena pengajarannya disertai oleh kuasa, mujizat dan wibawa sehingga setiap pengajarannya berpusat pada keteladanan hidupNya dan menekankan kepada kasih yaitu kasih kepada Allah dan sesama manusia (Matius 22:37-40) sebab Yesus sendiri memiliki karakter yang penuh kasih (Yoh 1:14), dan penuh kebenaran sesuai yang tertulis dalam Injil Yohanes 14:6 “ Akulah jalan Kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
Selain Pengetahuan dan Kebenaran Firman Allah, Kepribadian atau karakter dan Memiliki Pengalaman Rohani seorang guru harus memperhatikan kemampuan pengajaranya, sebaigai sebagai tanggung jawab kepada atasan secara langsung, sehingga guru dituntut untuk memiliki beberapa kompetensi dalam menjalankan tugasnya.
4.2. Guru PAK dan Kualitas Pengajarannya
Guru merupakan unsur terpenting dalam kegiatan belajar mengajar, sebagai seorang pengajar kualitas pengajaran sangat dibutuhkan di dalam suatu lembaga pendidikan. Di dalam pengajaran PAK juga memerlukan guru PAK yang memiliki kualitas mengajar yang baik karena pengajaran PAK yang disampaikan memiliki makna bagi siswa. Kualitas mengajar tersebut meliputi : Guru yang berkompeten dan Guru yang Profesional.
4.2.1. Guru yang Berkompetensi
Kompetensi adalah kemampuan Guru dalam mencapai tingkat profesionalitas sebagai seorang guru, yang mengacu pada visi, sikap dalam menyampaikan ajarannya,membentuk karakter dan integritas sebagai guru, dan mengembangkan intelektual, kepekaan berpikir, kemampuan di bidang belajar-mengajar serta memunculkan gagasan yang positif, kreatif.
Menurut Janse Belandina Non Serano dalam bukunya “Profesionalisme Guru dan Bingkai Materi”mengatakan beberapa hal mengenai Kompetensi Guru PAK yaitu:
4.2.1.1 Guru PAK memiliki Pengetahuan mengenai Alkitab.
Guru harus mampu memahami Alkitab dan isinya secara benar dan tidak sembarangan menafsirkannya, tetapi mempertimbangkan latar belakang teks dan konteks.
4.2.1.2. Guru mampu menjembatani antara persoalan sehari-hari siswa dengan Pendidikan iman sesuai Alkitab.
Guru PAK memiliki tugas yang sangat berat, apabila siswa menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari seorang guru setidaknya dapat menjembatani dengan memberikan pendidikan iman maksudnya guru memberikan suatu jawaban sesuai Alkitab / Firman Tuhan.
4.2.1.3.Guru PAK mampu menguasai bahan pelajaran
Guru terlebih dahulu memahami dan menguasai bahan atau materi yang diajarkan dengan menyampaikan kepada siswa secara baik dan jelas.
4.2.1.4.Guru PAK menguasai Prinsip-Prinsip Pendidikan.
Hal tersebut menyangkut hubungan Guru dan siswa serta hakekat belajar mengajar PAK di sekolah.
4.2.1.5.Guru PAK mampu mengelola Program belajar mengajar
Program ini mencakup langkah pembelajaran dan harus dikuasai guru supaya dapat mengelola kelas dan memperkuat guru dalam mengatur program belajar mengajar sesuai situasi dan kondisi.
4.2.1.6. Guru PAK mampu menggunakan berbagai media dan sumber belajar untuk keberhasilan Proses belajar mengajar
Penggunaan media pembelajaran dan sumber belajar yang beragam merupakan cara yang dapat memberikan suasana kelas menyenangkan dalam pertemuan kelas namun penggunaan media dan sumber belajar harus sesuai dengan situasi kelas dan materi pembahasan supaya saling berkaitan dan kompeten.

4.2.1.7.Guru PAK mampu mengelola kelas.
Kemampuan Guru dalam mengelola kelas menjadikan Proses Belajar Mengajar mengalami keberhasilan dalam hal ini guru dapat memahami karakter siswa dan mengetahui situasi kelas, misalnya siswa lesu, jenuh dan kurang mengerti materi yang diajarkan.
4.2.1.8.Guru PAK mampu membangun Hubungan yang baik dengan siswa.
Membangun hubungan yang positif dan baik antara guru dan siswa dalam pembelajaran PAK sangat penting karena merupakan bagian dari komunikasi iman dimana guru dapat memantau perubahan perilaku siswa, karena ada guru yang cenderung perhatian hanya kepada siswa yang pandai sedangkan yang kurang pandai sering diabaikan sehingga nilai-nilai kehidupan tidak tercapai.
4.2.1.9.Guru PAK mampu membimbing dan mendampingi siswa dalam mencapai transformasi nilai-nilai kehidupan sebagai murid Yesus.
Pelajaran PAK yang disampaikan hendaknya dapat membimbing siswa pada pemahaman sebagai murid Yesus Kristus yang dapat ditunjukkan dalam kehidupan siswa melalui tingkah laku dan cara berpikir bahwa mereka adalah murid Yesus.Untuk itu kehidupan dan peran Guru sebagai panutan turut menentukan menerima dan menolaknya nilai-nilai iman kristiani yang diajarkan.
4.2.1.10. Guru PAK mampu mengunakan berbagai hasil penelitian untuk
peningkatan visi dan pengembangan mengajar.
Perkembangan penelitian dan penemuan baru yang pesat sehingga terjadi reformasi terus di bidang pendidikan,untuk itu guru perlu memilih dan menyeleksi hasil penelitian yang sesuai pengembangan visi, skill atau kemampuan mengajar.
4.2.1.11.Guru PAK mampu menguasai Prinsip-prinsip evaluasi belajar.
Evaluasi belajar mencakup konsep evaluasi belajar,memilih dan mengembangkan metode evaluasi sesuai kompetensi, indikator dan materi, pelaksanaannya sesuai dengan rancangan, menganalisa hasil evaluasi untuk peningkatan mutu proses belajar mengajar.
Dengan demikian maka Guru PAK dituntut memiliki karakter, visi, kemampuan dan komitmen iman yang mengacu kepada kehidupan Yesus Sang Guru Agung. Untuk itu Guru PAK perlu terus belajar meningkatkan dirinya menjadi pribadi yang handal dihadapan Tuhan serta dipakai untuk membina iman siswa supaya lebih mengenal dan beriman kepada Allah.
Seorang Guru PAK yang Profesional adalah Seorang Guru PAK yang melaksanakan tugas mengajar dan mendidik di bidang PAK dengan mengandalkan kemampuan dan karakter yang tinggi dan mengacu pada sosok Yesus Kristus sebagai Guru Agung.

Profesionalisme guru mampu membawa siswa untuk memahami dan menjalankan nilai-nilai agama yang dipelajarinya dengan terlihat dalam karakter, integritas dan komitmen iman guru PAK.
Adapun beberapa ciri khas Guru yang Profesional, selain memiliki sejumlah kompetensi seperti yang sudah diuraikan diatas Guru PAK harus memiliki ketrampilan dalam menghubungkan ajaran dan kaidah agama dengan bidang yang lain supaya keduanya tidak dipertentangkan supaya ada keseimbangan keagamaan atau iman dengan hidup sehari-hari siswa.
Selain itu, guru perlu menyediakan alat-alat bantu untuk meningkatkan pengajarannya, seperti: alat peraga, gambar-gambar, supaya dapat membantu siswa mempermudah apa yang diajarkan.
Dengan demikian seorang guru harus belajar meningkatkan ketrampilan mengajar supaya terus berkembang dengan kekuatan dan hikmat Tuhan sehingga menjadi guru yang profesional serta menjadikan dirinya sebagai instrumen yang handal dan trampil di hadapan Tuhan seperti Tuhan Yesus sang Guru Agung yang menjadi teladan dalam melakukan panggilan dan tugas pengajaran-Nya.

4.3. Proses Pembelajaran PAK dalam upaya membina iman siswa
Belajar merupakan suatu proses yang artinya kegiatan belajar senantiasa mengarah kepada terjadinya perubahan dalam diri seorang siswa dimana siswa dari tidak tahu menjadi tahu atau tidak mengerti menjadi mengerti. Pembelajaran PAK yang adalah kegiatan belajar mengajar di dalam pendidikan agama Kristen sangat penting dilaksanakan oleh seorang guru Agama Kristen dalam mengemban tugasnya.
4.3.1.Perencanaan Pembelajaran Pengajaran PAK
Rencana pengajaran adalah rencana guru mengajar mata pelajaran tertentu pada waktu dan kelas tertentu serta topik tertentu untuk satu pertemuan atau lebih. Rencana pengajaran berupa bahan-bahan yang dipersiapkan oleh guru sehingga menolong guru dan siswa. Bahan-bahan tersebut berupa buku-buku atau diktat untuk kegiatan belajar mengajar, buku tersebut berisi mengenai garis besar pelajaran, keterangan-keterangan, petunjuk-petunjuk atau gambar-gambar dan soal-soal. Selain itu rencana pengajaran juga merangkum segala kegiatan lain yang berkaitan dengan pengajaran, misalnya ; hubungan antara murid dengan murid, murid dengan guru, serta motifasi dan suasana itu akan mempengaruhi hasil pendidikan.
Dalam kurikulum 1994, guru membuat program satuan pelajaran (PSP) atau sekarang dalam Kurikulum KTSP (Kurikulim Tigkat Satuan pendidiikan) tahun 2006 dengan nama Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk setiap pokok bahasan yang akan disampaikan dalam satu atau dua kali, atau tiga kali pertemuan. Sedangkan Rencana Pembelajaran Harian (RPH) dibuat pada saat akan menyampaikan suatu materi. Rencana Pembelajaran pada Kurikulum 2004 berupa silabus, yaitu ; garis besar atau pokok materi pelajaran. Adapun rencana pengajaran yang dipersiapkan guru setiap hari merupakan kompetensi dasar yang akan dicapai dalam materi pokok. Secara sistematis rencana pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran adalah sebagai berikut :
a. Identitas mata pelajaran (nama pelajaran, kelas, semester dan waktu pertemuan yang dialokasikan).
b. Kompetensi dasar dan indikator yang hendak dijadikan tujuan dapat diambil dari kurikulum dan hasil belajar yang ditetapkan pemerintah.
c. Materi pokok (beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai kompetensi dasar).
d. Media digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
e. Strategi pembelajaran atau proses belajar mengajar, yaitu ; kegiatan pembelajaran secara konkrit yang dilakukan guru dan siswa dalam berinteraksi dengan materi pelajaran untuk menguasai kompetensi.

Kompetensi dasar berfungsi mengembangkan potensi peserta didik, materi standart berfungsi memberi makna terhadap kompetensi dasar, indikator hasil belajar menunjukkan keberhasilan pembentukan kompetensi pada peserta didik. Sedangkan penilaian berbasis kelas untuk mengukur pembentukan kompetensi, menentukan tindakan tercapai atau tidaknya.
Rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP dalam struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Rencana pembelajaran PAK seharusnya memenuhi beberapa syarat, yaitu ; disusun menurut kebutuhan tiap-tiap jenis pengajaran, sesuai dengan Alkitab yang artinya segala pokok pengajaran bersumber pada Alkitab.
4.3.2. Metode PAK di Sekolah Dasar
Metode merupakan alat perantara demi mencapai tujuan yang artinya cara-cara mengajarkan suatu pokok pelajaran untuk menjadikan efektif dalam penyampaiannya. Dalam penggunaan metode tidak ada metode atau teknik tertentu yang efektif untuk semua golongan atau umur dan semua kesempatan belajar mengajar. Oleh karena itu, guru tidak hanya menggunakan satu metode saja dan mengesampingkan metode yang lain. Beberapa cara atau teknik dapat digunakan sekaligus demi kesuksesan belajar mengajar. Meskipun demikian perlu disadari bahwa metode apapun yang digunakan guru keberhasilan pengajaran tidak hanya ditentukan oleh metode itu sendiri melainkan guru yang merupakan faktor penting dalam pembelajaran PAK. Pribadi guru dan seluruh hidupnya sangat mempengaruhi cara mengajar dan yang menentukan keberhasilan suatu metode pengajaran adalah kuasa Roh Kudus.
Beberapa metode atau cara yang digunakan seorang guru PAK agar pengajarannya berhasil adalah :
a. Metode ceramah
Cara menyampaikan materi pelajaran secara lisan untuk mencapai suatu pengajaran dari guru kepada siswa. Dalam metode ini guru menguasai dan menjelaskan pokok pelajaran sedangkan siswa menerima, memperhatikan dan membuat catatan serta mengikuti pelajaran yang disampaikan guru.
b. Metode bercerita
Mengandung kebenaran dan menyampaikan suatu pelajaran yang penting pada pendengarnya.
c. Metode percakapan/diskusi
Merupakan suatu cara dimana dua orang atau lebih mengajukan pendapat untuk mencari jawaban dari masalah yang dihadapi.
d. Metode tanya-jawab
Menyajikan suatu pengajaran dengan jalan mengajukan pertanyaan supaya mendapatkan jawaban baik lisan maupun tertulis.
e. Metode audio visual
Cara ini sangat menarik perhatian dan mudah diingat oleh siswa karena menggunakan gambar-gambar terang, film bersuara, papan flanel dan sebagainya.
f. Metode lakon atau sandiwara
Digunakan para pemain supaya semua penonton menghayati segala peristiwa dengan penuh perasaan dan pengertian.
g. Metode menghafal
h. Metode penyelidikan
4.3.3. Sistematika Pembelajaran
4.3.3.1. Pendahuluan
Setiap proses pembelajaran seharusnya memiliki pendahuluan karena merupakan susunan pelajaran yang penting supaya pelajaran yang disampaikan guru berhasil dan tercapai. Pendahuluan atau permulaan adalah bagian penting yang dapat menarik perhatian murid kepada pokok pelajaran yang diajarkan. Hal ini agar perhatian siswa timbul terlebih dahulu karena adanya kontak atau rangsangan dalam pikiran siswa sehingga dari diri siswa ada minat dan keinginan untuk mengetahui pengajaran yang diajarkan.
4.3.3.2. Isi
Setelah siswa diarahkan kepada pelajaran sehingga memiliki minat, maka guru harus terus menjaga perhatian supaya siswa tetap fokus akan pengajaran yang disampaikan.
4.3.3.3. Penutup
Dalam susunan pengajaran bagian terakhir adalah kesimpulan, penutup atau penerapan, karena pengajaran belum bisa dianggap selesai apabila belum mengarah pada penerapan yang dilakukan siswa. Dengan menyimpulkan maka dapat menjelaskan kebenaran yang dipelajari sehingga mendorong siswa untuk melakukan atau menerapkannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar