Selasa, 23 Agustus 2011

KONTRAK PEMBELAJARAN TEORI PAK

KONTRAK PEMBELAJARAN
MATA KULIAH : TEORI PAK
DOSEN : EV. TIMOTIOUS SUKARMAN, S.PAK, M.Th
BOBOT SKS : (2 Sks)
PROGRAM STUDI : S1 THEOLOGIA
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EFATA SALATIGA
TAHUN AKADEMIK 2010/ 2011

I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Perkuliahan Teori Pendidikan Agama Kristen (PAK) mempelajari dan membahas, Arti, definisi dan hakekat PAK, serta tujuan PAK itu sendiri, baik tujuanUmum, tujuan lembaga. Karena PAK sebagai salah satu tugas Gereja yang banyak, maka dalam hal ini akan dibahas secara konferhensif, yaitu dengan melihat sejarah perkembangan PAK dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
PAK tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sejak dalam keluaga PAK sudah diperkenalkan oleh orang tua, baik secara langsung maupun tidak. Dengan demikian melalui PAK manusia mengakui dan percaya sebagai Ciptaan Allah, bahkan sebagai Citra Allah sendiri, yang harus mengembangkan segala aspek kehidupannya guna pekerjaan dan pelayanan lebih luas.
Mahasiswa sebagai calon Hamba Tuhan dan Guru PAK, baik di Gereja maupun di sekolah harus mengetahui dan memahami tugas panggilan ini, sebagai suatu panggilan imaniah. Oleh sebab itu mahasiswa theologia harus melengkapi diri supaya dapat menjalankan tugas pangilan Gereja tersebut.
Lebih lanjut, sebagai seorang Pemimpin rohani dan hamba Tuhan yang profesional, harus dapat merumuskan Kurikulum PAK baik di sekolah maupun di Gereja berdasarkan pemahaman Mahasiswa terhadap Alkitab sebagai Bahan/ sumber utama dari perumusan Kurikulum PAK. Memilih dan menggunakan metode-metode mengajar, media Pembelajaran serta dapat mengembangkan PAK secara aktif, kreatif dan inovatif, sebagaimana dilakukan TuhanYesus sebagai Guru Agung.


II. TUJUAN MATA KULIAH
Setelah menempuh mata kulih ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Memiliki dasar pemikiran filosofis dan teoritis mengenai Arti dan Hakekat PAK, mengenal fungsi dan kepentingan PAK serta mencintainya.
2. Mengenal sejarah PAK, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjin Baru, serta dalam kehidupan gereja pada masa kini.
3. Dapat merencanakan PAK baik di sekolah maupun di gereja.
4. Mempunyai pengertian dan ketrampilan mengunakan metode-metode dalam Pengajaran PAK, baik yang dilaksanakan di Gereja maupun di Sekolah.
5. Mempunyai pengertian dan ketrampilan mengunakan Media Pembelajaran dalam Pengajaran PAK, baik yang dilaksanakan di Gereja maupun di Sekolah.
6. Dapat mengembangkan Pembelajaran PAK secara aktif, kreatif dan inovatif, sebagaimana dilakukan TuhanYesus sebagai Guru Agung sehingga orang yang mendengarnya takjub dan mau mengikut Tuhan Yesus.
III. URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERKULIAHAN
Pertemuan 1 :
Membahas:
• Introduksi dan Orientasi Tujuan Mata Kuliah (seperti tersebut di atas)
• Orientasi ruang lingkup mata Kuliah (seperti tercantum di bawah ini)
- Kebijaksanaan pelaksanaan Perkuliahan
- Kebijaksanaan penilaian hasil belajar (Berdasarkan Kehadiran, keaktifan di dalam dan luar kelas, tugas kelompok dan tugas mandiri, TTS, TAS)
- Introduksi tugas yang harus diselesaikan
- Buku ajar, buku wajib mahasiswa dan sumber belajar lainnya (tercantum di bawah)
- Hal-hal lain yang esensial dari pengalaman pelaksanaan perkuliahan.
• Uji Kompetensi:
Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar tentang Teori PAK, maka ketahuilah apa yang kamu ketahui dan ketahuilah apa yang kamu tidak tahu, yaitu dengan mengerjakan soal-soal berikut:
1. Apa yang Anda Ketahui tentang PAK
2. Apa yang Anda Ketahui tentang Teori PAK
3. Apa yang ingin Anda ketahui tentang Teori PAK?
4. Apa yang ingin Anda ketahui tentang PAK sebagai tugas Gereja?
5. Apa hubungan mempelajari Teori PAK dengan tugas Anda sebagai Hamba
Tuhan dan Guru PAK, baik di gereja maupun di Sekolah!
• Mempelajari dan Membahas Arti PAK
• Mempelajari alasan dan Pentingnya PAK

Pertemuan 2:
1. Mempelajari dan membahas Tujuan PAK
Yaitu Tujuan Umum PAK, tujuan Lembaga dan tujuan PAK serta cara merumuskan tujuan PAK.
2. Tugas:
Sebutkan minimal 2 tujuan PAK bagi Lembaga-lembaga Kristian!

Pertemuan ke 3:
1. Mempelajari PAK sebagai tugas Gereja.
2. Tugas: Mendaftarkan tugas-tugas Gereja:
3. Menjawab pertanyaan:
- Sejauh mana gereja berperan dalam PAK, baik di gereja maupun di sekolah.
- Diskusikan dengan temanmu, menurut kamu apa saja yang sudah dilakukan gereja dalam pelaksanaan PAK baik di jemaat maupun di Sekolah!
- Apakah pentingnya PAK terhadap pertumbuhan dan perkembangan iman jemaat, baik secara kwalitas maupun kuantitas!
4. Mengumpulkan tagihan pada pertemuan 2.


Pertemuan ke -4:
1. Mempelajari PAK dalam PL dan PB
2. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Dalam setiap kelompok, mahasiswa mencari informasi dalam Alkitab PL dan PB tentang PAK atau pengajaran Agama. Hasil penelitian dipresentasikan di depan kelas pada pertemuan 5:

Pertemuan ke 5:
1. Mempelajari PAK dalam PL dan PB
2. Kelompok I mempresentasikan hasil penelitian tentang PAK dalam PL dan PB.
3. Bersama dosen pengampu merangkum haisl Diskusi kelompok yang sudah dipresetasikan.

Pertemuan ke 6 :
1. Mempelajari PAK dalam PL dan PB
2. Kelompok II mempresentasikan hasil penelitian tentang PAK dalam PL dan PB.
3. Bersama dosen pengampu merangkum haisl Diskusi kelompok yang sudah dipresetasikan.

Pertemuan ke 7 :
1. Mempelajari PAK dalam PL dan PB
2. Kelompok III mempresentasikan hasil penelitian tentang PAK dalam PL dan PB.
3. Bersama dosen pengampu merangkum hasil Diskusi kelompok yang sudah dipresetasikan.
4. Penjelasan persiapan Tes Tengah semester (Bahan Pertemuan1 a/d 7)


Pertemuan ke 8 :
1. Tes Tengah semester (Bahan Pertemuan1 a/d 7)
2. Prinsip-prinsip Alkitab tentang Pengajaran dan Pembelajaran. Serta peran Roh Kudus (Tugas Merangkum Buku: Prinsip dan Praktik PAK Karangan Drs. Paulus Lilik Kristiaanto, Halaman 19-34 ). Memakai Power Point (dipesentasikan) seperti akan dipresentasikan.

Pertemuan ke -9 :
1. Mempelajari Kurikulim PAK
2. Lokakarya : Mempelajari bersama dan membuat atau merumuskan Kurikulum PAK di Sekolah.
3. Tindak lanjut. Mahasiswa mencari Informasi tentang Kurikulum PAK di Sekolah
Dasar, SMP dan SMA, SMK. ( Dikumpulkan pada pertemuan ke 13)



Pertemuan ke 10 :
1. Memahami hubungan Guru Agama dengan Gereja
2. Dosen dan Mahasiswa sarasehan: Topik: Kedudukan Guru dalam Gereja
3. Mahasiswa berdiskusi dalam kelompok kecil
4. Menyimpulkan hasil dikusi.

Pertemuan ke -11:
1. Memahami PAK di sekolah
2. Diskusi: Sejauh mana pelaksanaan PAK di Sekolah
3. Menyimpulkan hasil dikusi.


Pertemuan ke -12:
1. Memahami PAK di Gereja
2. Diskusi: Sejauh mana pelaksanaan PAK di Gereja.
3. Menyimpulkan hasil diskusi.


Pertemuan ke -13.
1. Mengumpulkan tagihan pada pertemuan ke 9.
2. Tindak lanjut. Mahasiswa mencari Informasi tentang Kurikulum PAK di gereja
lokal ( di Sekolah Minggu, Remaja-pemuda dan Dewasa)
3. Dikumpulkan pada pertemuan ke 13:

Pertemuan ke -14:
1. Mempelajari Metode-metode dalam pengajaran PAK
2. Mempelajari Media Pembelajaran dalam pengajar PAK
3. Melihat bersama-sama Metode-metode dan media yang dipakai Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya menurut Kitab Injil.
4. Tugas Individu: (Penyelidikan)
1. Mahasiswa mendaftarkan metode-metode yang dipakai Tuhan Yesus
2. Mahasiswa mendaftarkan media yang dipakai Tuhan Yesus dalam pengajaranNya.
3. Menyimpulkan kelemahan dan kekuatan suatu metode dan media dalam pengajaran PAK. (Dikumpulkan pada pertemuan ke 15) dan penjelasan untuk TAS.

Pertemuan ke -15:
1. Mengumpulkan tagihan pada pertemuan 14
2. Tes Akhir Semester.

IV. SISTEM PENILAIAN:
1. Absen dan keaktifan dalam kelas 10 %
2. Tugas Mandiri (Makalah) 15 %
3. Tugas merangkum dan Laporan Penyelidikan 15 %
3. Tugas Kelompok, presentasi dan diskusi 20 %
4. Tes Tengah semester 20 %
4. Tes Akhir Semester 20 %.



V. DAFTAR PUSTAKA:
a. Prinsip dan Praktik PAK, tahun 2006, (Bapak Drs. Paulus Lilik Kristiantio, M.Si, Th.M)
b. Ajarlah Mereka Melakukan, tahun 2005 (Bapak Dr. Andar Ismael)
c. Pendidikan Agama Kristen, 2004, (Dr. E.G. Homroghosen dan Dr. I .H Enklaar)
d. Menjadi dan menjadikan Murid Kristus, (Carol Fish)
e. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek PAK, (Robert R.Boehlke, Ph.D)
f. Strategi Pendidikan Kristen, Suatu Tinjauan Teologis-Filosofis ((B. Samuel Sidjabat)
g. Yesus Guru Agung (J.M. Price)
h. Metodologi Penafsiran dan Perumpamaan Tuhan Yesus (Pdt. Dr. Paulus Daun, Th.M)
i. Bagaimana mengelola Gereja Anda, Pedoman bagi Pendeta dan pengurus Kaum Awam (Edgar Walz)
j. Pelengkap Katekismus Heidelberg (Ajaran GKJTU)
k. Pokok-pokok Penting Dalam Alkitab (Witnner Lee)
l. Menjadi Murid Yesus dan Tuntunannya (Kay Arthur Tom dan Jane Heart)
m. Pengembangan SILABUS, sesuai dengan KTSP, Bahan Diklat keagamaan tahun 2007, (Bapak Slameto, M.Pd)
n. Silabus PAK Sekolah Dasar (Kurikulum KTSP)
o. PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN, Referensi KTSP dengan kecerdasan majemuk Kelas I s/d VI), Dien Sumiyatiningsih Jogjakarta, 2008 Dien Sumiyatiningsih, PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN, Kurikulum 2004- KBK), Jogjakarta, 2006.
p. Tim Redaksi PAK-PGI, Buku Guru PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN kelas 1 s/d VI, Jakarta, 2006.
q. Tim Redaksi PAK-PGI, Buku Siswa PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN kelas 1 s/d VI, Jakarta, 2006
r. Artikel-artikel dari Internet.
s. Petumbuhan, perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui Pelayanan Siswa Rerpadu (Timotius Sukarman Cand. Andi Jogjakarta)

Salatiga, 1 Februari 2011
Dosen Pengampu

Ev. T. Sukarman, S.PAK, M.Th














KONTRAK PEMBELAJARAN PAK

KONTRAK PEMBELAJARAN
MATA KULIAH : PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAK
DOSEN : EV. TIMOTIUS SUKARMAN, S.TH, S.PAK, M.TH
BOBOT SKS : 2 SKS

PROGRAM STUDI : S1 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI SANGKAKALA GETASAN
TAHUN AKADEMIK 2011/2012

I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Pekuliahan “Perencanaan Pembelajaran PAK” membahas Berbagai hal tentang Rencana yang akan dipakai dalam setiap proses pembnelakaran PAK, mulai: Pemahaman kurikulum 94, KBK dan KTSP tahun 2006. Dalam perkuliahan ini, akan membahas Perencaaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara umum, kemudian pengembangan Silabus, Perangkat KTSP, RPP dan RH, bentuk evaluasi atau penilaian berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam studi ini digunakan pendekatan, teoritis-sistematis, historis, maupun komparatif, yaitu diskusi, studi banding dan pengenalan lapangan. Dari hasil pengamatan langsung, kemudian dipresentasikan di depan kelas.

II. STANDAR KOMPETENSI:
Mahasiswa memiuliki wawasan yangmemadai tentang berbagai aspek teoritis perencanaan pembelajaranPAK, menyadari tanggungjaeasn guru, serta menunjukkan kebiasaan mengajar PAK secara terencana.

III. KOMPETENSI DASAR
1. Mampu menjelaskan pengertian perencanaan pembelajaran
2. Mampu menjelaskan perencanaan pembelajaran sebagai suatu sistim
3. Mampu memjelaskan perencaaan pembelajaran dalam konten KBK-KTSP
4. Mampu mengembangkan model-model perencanaan pembelajaran
5. Mampu membuat pengembangan silabus
6. Mampu membuat Perangkat KTSP
7. Mampu membuat RPP PAK
8. Mampu membuat RH (Rencana Harian)
9. Mampu membuat modul pembelajaran PAK
10. Mampu membuat rencana sebelum melakukan kegiatan pembelajaran.
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Memiliki wawasan yang luas mengenai rencana pembelajaran PAK.
2. Dapat membuat Perangkat KTSP
3. Dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam konten KBK-KTSP
4. Dapat membuat Perangkat KTSP
5. Menghitung Standart Ketuntasan Miniml (SKM)
6. Mampu membuat pengembangan silabus
7. Mampu membuat Perangkat KTSP
8. Mampu membuat RPP PAK
9. Mampu membuat RH (Rencana Harian)
10. Mampu membuat modul pembelajaran PAK
11. Mampu membuat rencana sebelum melakukan kegiatan pembelajaran.


V. URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERTEMUAN
Pertemuan 1
Membahas :
• Introduksi dan orientasi tujuan Mata Kuliah (seperti tersebut diatas)
• Orientasi ruang lingkup mata kuliah (seperti tercantum di bawah ini)
• Kebijaksanaan penilaian hasil belajar (berdasarkan kehadiran, ketaktifan dalam kelas, presensi, TTS, TAS, tugas kelompok kecil, dan tugas mandiri)
• Introduksi tugas yang harus diselesaikan dalam satu semester.
• Buku ajar yang digunakan dan sumber belajar lainnya (tercanrum dibagian bawah)
• Hal-hal lain yang esensial dari pengalaman pelaksanaan perkuliahan
• Uji kompetensi:
1. Apa yang Anda ketahui Perencaaan Pembelajaran PAK?
2. Apa yang Anda ketahui tentang Silabus?
3. Apakah isi Perangkat KTSP
4. Apalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran?
5. Apakah Rencana Harian?


Pertemuan 2
1. Membahas hakekat dan arti kurikulum KBK. antara lain, sejarah munculnya KBK tahun 2004.
2. Tugas:
Pada pertemuan ke-2 tagihan 1 setiap mahasiswa secara individual harus
mengumpulkan tugas (UJI KOMPETENSI) yang diketik dengan kertas kuarto
dengan 1 1/5 maksimal 2 halaman atau tulis tangan dengan kertas folio.

Pertemuan 3
1. Presentasi Kurikulum KTSP 2006
2. Tugas menyimpulkan:
a. Apa itu KTSP?
b. Guna, Fungsi KTSP dalam dunia pendidikan sekarang ini?
c. Bagaimana kesiapan Sekolah dan guru PAK dalam menerapkan KTSP?

Pertemuan 4
1. Prinsip-prinsip pengembang Silabus
2. Penjelasan Tugas (untuk didiskusikan dalam kelompok) pentingnya memahami KTSP 2006.

Pertemuan 5
1. Presentasi komponen Perangkat KTSP
2. Pengantar Diskusi:
3. Dalam kelompok kecil, mahasiswa berdiskusi tentang pentingnya Mata Kuliah Filsafat Pendidikan ini bagi tugas pembelajaran di kemudian hari, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. (Hasil diskusi akan dipresentasikan di depan kelas pada pertemuan ke 6,7 dan 8)

Petemuan 6

1. Program Tahunan
2. Program Semester
3. Praktek pembuatan Program Tahunan dan Program semester


Pertemuan 7

1. Praktek menghitung Alokasi Waktu
2. Pemetaan
3. Praktek Perhitungan SKM/ SKBM

Pertemuan 8
Tes Tengah Semester
Bahan Pertemuan 1 s/d 7

Pertemuan 9
1. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
2. Praktek membuat RPP)

Pembelajaran 10
1. Praktek Membuat RPP dengan Karakter Bangsa

Pertemuan 11
1. Penilaian (Evaluasi KTSP)
2. Diskusi tentang penilaian KTSP

Pertemuan 12
1. Menyusun Intstumen Penilaian KTSP
2. Praktek menyusun Instrumen Penilaian KTSP

Pertemuan 13
1. Guru dan KTSP
2. Tugas : Mahasiswa mengerjakan tugas kelompok kecil yang singkat tentang pembuatan Perencanaan Pembelajaran PAK

Pertemuan 14:
1. Pengumpulan tugas mandiri
2. Tes Akhir Semester

VI. SISTEM PENILAIAN
1. Absen dan keaktifan dalam kelas 15 %
2. Diskusi dalam Kelompok dan Presentasi dalam kelas 15 %
3. Tugas mandiri/ Fortofolio 30 %
4. Tes Tengah Semester 20 %
5. Tes Akhir Semester 20 %

VII. DAFTAR REFERENSI:
1. Pedoman BSNP
2. Pedoman KTSP

Dosen dapat dihubungi melalui:
e-mail : Sukarman_tim@yahoo.co.id
www.blogger.com. Id: timotius.sukarman @yahoo.co.id
Alamat : Jalan P. Diponegoro 123B, Salatiga
Telepon Rumah (0298) 32104 HP 085229616816
Bertemu muka:
Di rumah, khusus untuk bimbingan penulisan Tugas Akhir sesuai perjanjian
Di kantor STT, khusus hari selasa jam 18.30-20..00 diruang kuliah sesudah perkuliahan (sesuai jadwal per semester).


Salatiga, 10 Aguasts 2011
Dipersiapkan oleh
Dosen Pembampu
































KONTRAK PEMBELAJARAN
MATA KULIAH : KURIKULUM PAK
DOSEN : EV. TIMOTIUS SUKARMAN, S.TH, S.PAK, M.TH
BOBOT SKS : 2 SKS

PROGRAM STUDI : S1 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI SANGKAKALA GETASAN
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

VIII. DESKRIPSI MATA KULIAH
Pekuliahan “Kurikulum PAK” membahas Berbagai hal tentang Kurikulum yang pernah dipakai, mulai kurikulum 94, KBK dan KTSP tahun 2006. Dalam perkuliahan ini, akan membahas Kurikulum Pendidikan Agama Kristen secara umum, kemudian pengembangan Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta evaluasi atau penilaian berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Mengingat KTSP 2006, masih termasuk Kurikulum baru bagi setiap sekolah terutama guru PAK, maka dalam mengimplemintasikan Kurikulum Operasional ini dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai KTSP. Oleh sebab itu dalam perkuliahan ini akan membekali calon guru PAK dalam mengaplikasikan atau menerapkan KTSP sesuai dengan kemampuan dan kekhasan dari sekolah setempat.
Dalam studi ini digunakan pendekatan, teoritis-sistematis, historis, maupun komparatif, yaitu diskusi, studi banding dan pengenalan lapangan. Dari hasil pengamatan langsung, kemudian dipresentasikan di depan kelas.

IX. TUJUAN MATA KULIAH
Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Memiliki dasar pemikiran yang mendalam mengenai Kurikulum KTSP.
2. Memiliki wawasan yang luas dalam mengembangkan silabus.
3. Dapat membuat Rencana Pelaaksanaan Pembelajaran (RPP)
4. Dapat membuat Rencana Harian ( RH )
5. Menghitung Standart Ketuntasan Miniml (SKM)
6. Memahami Penilaian KTSP
7. Menyusun Instrumen Penilaian dan melaksanakan Penilaian
8. Mahasiswa juga diharapkan mampu membina dan mengembangkan program pengajaran serta memecah persoalan pendidikan pada umumnya, dan khususnya yang berkaitan dengan penerapan KTSP PAK.

X. URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERTEMUAN
Pertemuan 1
Membahas :
• Introduksi dan orientasi tujuan Mata Kuliah (seperti tersebut diatas)
• Orientasi ruang lingkup mata kuliah (seperti tercantum di bawah ini)
• Kebijaksanaan penilaian hasil belajar (berdasarkan kehadiran, ketaktifan dalam kelas, presensi, TTS, TAS, tugas kelompok kecil, dan tugas mandiri)
• Introduksi tugas yang harus diselesaikan dalam satu semester.
• Buku ajar yang digunakan dan sumber belajar lainnya (tercanrum dibagian bawah)
• Hal-hal lain yang esensial dari pengalaman pelaksanaan perkuliahan
• Uji kompetensi:
1. Apa yang Anda ketahui tentang Kurikulum?
2. Apa yang Anda ketahui tentang Kurikulum KBK?
3. Apa yang Anda ketahui tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?
4. Apa yang ingin Anda ketahui tentang Kurikulum KTSP PAK?
5. Apakah hubungan memahami Kurikulum PAK dengan tugas mengajar atau mendidik?


Pertemuan 2
1. Membahas hakekat dan arti kurikulum KBK. antara lain, sejarah munculnya KBK tahun 2004.
2. Tugas:
Pada pertemuan ke-2 tagihan 1 setiap mahasiswa secara individual harus mengumpulkan tugas (UJI KOMPETENSI) yang diketik dengan kertas kuarto dengan 1 1/5 maksimal 2 halaman atau tulis tangan dengan kertas folio.

Pertemuan 3
1. Presentasi Kurikulum KTSP 2006
2. Tugas menyimpulkan:
a. Apa itu KTSP?
b. Guna, Fungsi KTSP dalam dunia pendidikan sekarang ini?
c. Bagaimana kesiapan Sekolah dalam menerapkan KTSP?

Pertemuan 4
1. Prinsip-prinsip pengembang KTSP
2. Penjelasan Tugas (untuk didiskusikan dalam kelompok) pentingnya memahami KTSP 2006.

Pertemuan 5
1. Presentasi komponen KTSP
2. Pengantar Diskusi:
3. Dalam kelompok kecil, mahasiswa berdiskusi tentang pentingnya Mata Kuliah Filsafat Pendidikan ini bagi tugas pembelajaran di kemudian hari, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. (Hasil diskusi akan dipresentasikan di depan kelas pada pertemuan ke 6,7 dan 8)

Petemuan 6
1. Ketuntasan Belajar Minimal
2. Praktek menghitung SKM
3. Menyimak Presentasi Kelompok 1


Pertemuan 7
1. Pengembangan Silabus KTSP
2. Langkah-langkah pengembangan Silabus
3. Menyimak Presentasi dari mahasiswa kelompok 2

Pertemuan 8
1. SK dan KD SD s/d SMA/SLTA PAK
2. Menyimak Presentasi dari Mahasiswa kelompok 3

Pertemuan 9
Tes Tengah Semester
Bahan Pertemuan 1 s/d 8

Pertemuan 10
1. Penentuan Jenis Penilaian (Evaluasi KTSP)
2. Diskusi tentang penilaian KTSP

Pertemuan 11
1. Perhitungan Alokasi waktu dan Pemetaan
2. Praktek menghitung alokasi waktu

Pertemuan 12
1. Silabus
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Tugas : Praktek mengisi kolom-kolom silabus

Pertemuan 13
1. Guru dan KTSP
2. Tugas : Mahasiswa mengerjakan tugas kelompok kecil yang singkat tentang pembuatan RPP.

Pertemuan 14
1. Rencana Harian
2. Tugas: Mahasiswa mengerjakan tugas kelompok kecil yang singkat tentang pembuatan RH.

Pertemuan 15:
1. Pengumpulan tugas mandiri
2. Tes Akhir Semester

XI. SISTEM PENILAIAN
1. Absen dan keaktifan dalam kelas 15 %
2. Diskusi dalam Kelompok dan Presentasi dalam kelas 15 %
3. Tugas mandiri 20 %
4. Tes Tengah Semester 20 %
5. Tes Akhir Semester 30 %

XII. DAFTAR REFERENSI:
1. Pedoman BSNP
2. Pedoman KTSP

Dosen dapat dihubungi melalui:
e-mail : Sukarman_tim@yahoo.co.id
www.blogger.com. Id: timotius.sukarman @yahoo.co.id
Alamat : Jalan P. Diponegoro 123B, Salatiga
Telepon Rumah (0298) 32104 HP 085229616816
Bertemu muka:
Di rumah, khusus untuk bimbingan penulisan Tugas Akhir sesuai perjanjian
Di kantor STT, khusus hari selasa jam 18.30-20..00 diruang kuliah sesudah perkuliahan (sesuai jadwal per semester).


Salatiga, 10 Juli 2010
Duipersiapkan oleh





























KOMPENTENSI GURU PAK DAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan Iman Kristen anak-anak secara nyata adalah menjadi dambaan, harapan dan cita-cita bagi setiap orang percaya, terlebih bagi hamba-hamba Tuhan, Guru PAK dan Orang tua.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh, cara atau metode yang dipakai dalam menumbuhkembangkan Iman Kristen, antara gereja yang satu dengan gereja yang lainnya sangat beragam. Hal itu sangat bergantung kepada Hamba Tuhan yang melayani dalam jemaat atau gereja tersebut khususnya dalam memprioritaskan program pelayanannya dalam kurun waktu tertentu atau dalam satu periode pelayanan serta dalam meningkatkan pelayanan dengan mengikut sertakan Mejelis, para aktifis Gereja dan kaum awam atau jemaat pada umumnya dalam menumbuhkembangkan iman bagi anak-anak jemaat.
Berbicara tentang pertumbuhan dan perkembangan Iman, seperti tak ada habis-habisnya walaupun selalu dibahas dalam setiap persekutuan-persekutuan Kristen baik yang dilakukan secara formal dalam acara lokakarya, seminar pembinaan dan dalam acara-acara retreat anak, maupun yang dilakukan secara non formal, yaitu dalam pembicaraan-pembicaraan antar hamba-hamba Tuhan dengan hamba Tuhan maupun hamba Tuhan dengan para Aktivis Gereja dalam pertemuan-pertemuan atau dalam persekutuan.
Oleh karena pertumbuhan dan perkembangan iman Kristen pada umumnya menjadi salah satu “target” dalam pelayanan gereja atau jemaat, maka dalam setiap persekutuan , ibadah maupun dalam rapat-rapat majelis atau rapat para aktifis, secara tidak langsung kadang-kadang hamba Tuhan mengajak menghimbau supaya jemaatnya dapat bertumbuh dan berkembang secara maksimal dengan daya, dana dan sarana yang tersedia. Khusus kepada para majelis atau para aktifis gereja, diharapkan supaya terus meningkatkan pelayanannya sesuai dengan tugas panggilannya masing-masing.
Namun apakah hamba-hamba Tuhan, para pemimpin rohani, para aktifis gereja atau jemaat pada umumnya telah mengetahui apa sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan iman bagi anak-anak jemaat ?. Apakah telah mengetahui bagaimana suatu Iman dapat bertumbuh dan berkembangan dengasn baik, tidak mati, seperti yang dikatakan Rasul Yakobus: “ Pada hakekatnya Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 3:17).
Memang ada beberapa cara atau metode yang dikenal, diketahui dan bahkan telah dipraktekkan oleh hamba-hamba, para aktifis gereja serta orang-orang percaya dalam setiap pelayanannya, misalnya : mengadakan kebaktian kebangunan rohani, pembinaan, para pelayan anak, Retreat para aktifis gereja, Disamping sekolah minggu yang diadakan setiap hari minggu. Sedangkan mengenai hasil dari semua itu sangat tergantung kepada kemampuan Gereja masing-masing.
Ada sebagian gereja yang telah puas dengan peninggatan kehadiran di sekolah minggu, , yaitu dengan banyaknya anak-anak jemaat yang ibadah atau kebaktian Sekolah Minggu, ada gereja yang sudah senang jika beberapa anak jemaat telah ikut ambil bagian dalam kegiatan gereja, ada pula yang merasa sangat beruntung, jika akan jemaat yang telah dilayani selama bertahun-tahun tidak ada yang keluar atau pindah Agama, asalkan saja dalam setiap ibadah sekolah minggu atau persekutuan-persekutuan jumlahnya tetap seperti semula.
Namun ada gereja yang hamba Tuhannya belum merasa berhasil, apabila jemaat yang dilayani dalam kurun waktu tertentu bertambahnya jumlah jemaat hanya sedikit, dibandingkan dengan gereja tetangga yang dalam waktu yang relatif singkat pertumbuhan jemaatnya pesat.
Apakah yang menjadi masalah dari semuanya itu ?. Apakah karena sumber daya manusia atau SDM-nya yang masih kurang, sehingga mutu dari pelayanan kurang ?. Apakah karena kurangnya peran serta dari jemaat dalam pelayanan, dalam pembinaan iman anak-anak jemaat?. Apakah sasaran pelayanan gereja atau jemaat belum mengenai sasaran ?. Ataukah lingkungan yang kurang konduktif dan kurang produktif, sehingga setiap pelayanan yang dilaksanakan tidak pernah menumbuhkan iman dari anak jemaat?
Pada sisi lain, ada salah satu pelayanan yang semestinya dimiliki oleh setiap gereja atau jemaat, terutama bagi Hamba Tuhan, majelis yaitu pelayanan terhadap kaum anak-anak jemaat hususnya yang masih di bangku sekolah Dasar, dalam bentuk “Pembelajaran Agama Kristen secara Siswa Terpadu”. Memahami, menjangkau dan melayani anak jemaat yang kecil, dalam masa pertumbuhan dan perkembangan baik secara kognitif afektif dan psikomotorik anak dimana ia akan menentukan perrkembangan iman berikutnya. Sampai mereka mengambil keputusan penting untuk masa sekarang maupun yang akan dating, pada masa ramaja/ pemuda.
Memahami anak-anak siswa yang demikian, apakah Pembelajaran PAK terhadap siswa secara terpadu sudah menjadi salah satu prioritas dalam pelayanan Gereja atau jemaat, Guru-guru PAK, terlebih dalam rangka pertumbuhan, perkembangan iman Kristen ?. Dalam tulisan ini akan diuraikan bagaimana Pembelajaran PAK terhadap siswa yang dilakukan secara terpadu menjadi salah satu cara yang efektif dan efisien dalam pertumbuhan, perkembangan iman anak-anak jemaat, tentunya yang dilakukan oleh seorang Guru yang mempunyai kompentesi atau kemampuan dalam bidangnya.

B. Rumusan Masalah
Berpangkal pada latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah pertumbuhan iman Kristen, yaitu dengan beberapa pertanyaan berikut :
1. Sejauh mana Gereja, hamba-hamba Tuhan, majelis dan para aktifis gereja dalam menyikapi Pembelajaran PAK yang akhir-akhir ini sangat terasa kemundurannya, terutama pelayanan dalam persekutuan atau kebaktian Sekol;ah Minggu ?. Dan bagaimana dengan Pertumbuhan dan perkembangan iman dari anak-anak jemaat?.
2. Apakah prioritas pelayanan gereja, hamba Tuhan dan para aktifis gereja sudah tepat, yaitu mengenai sasaran, sehingga dapat diharapkan hasilnya ?.
3. Sejauh mana peran gereja, hamba Tuhan, majelis dan para aktifis secara langsung maupun tidak langsung terhadap Pembelajaran PAK siswa di Sekolah Negeri?
4. Bagaimana beban Hamba-hamba Tuhan, Guru-guru Agama Kristen, anggota Jemaat terhadap kebutuhan rohani anak-anak yang Tuhan Yesus sudah percayakan untuk dididik dalam ajaran Tuhan (Ulangan 6:1-9), melalui pendidikan Formal yang mempunyai “otoritas” sesuai dengan kaidah atau perundang-undangan yang berlaku di setiap sekolah tersebut dibangun atau didirikan ?.
5. Bagaimana pelayanan Guru-guru Agama Kristen dalam menyampaikan kebenaran Firman Tuhan yang telah dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Agama Kristen telah secara maksimal, atau dipaksa untuk diselesaikan seperti yang dituntut dalam kurikulum sebelumnya (CBSA dan KBK), sehingga Pendidikan Agama Kristen telah kehilangan makna dan hakekat yang sebenarnya ?.
6. Apakah pemimpin rohani, hamba-hamba Tuhan, pimpinan lembaga pendidikan Kristen, kepala-kepala Sekolah dan terlebih Guru-guru Agama Kristen telah menjadi contoh atau teladan dalam segala hal, terutama bagi anak-anak didiknya?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan korelasi atau hubungan antara Kompetensi yang dimiliki oleh seorang Guru PAK, terhadap hasil pembelajaran PAK terhadap siswa secara terpadu yang dilaksanakan oleh Guru yang telah memiliki kompetensi tersebut.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Manfaat atau kegunaan penelitian yang lakukan adalah untuk menyatukan pendapat, menyamakan persepsi dan pembuktian suatu fakta yang sementara ini masih menjadi “rumor” atau kesimpulan yang dibuat-buat untuk tujuan tertentu, sehingga pada akhirnya gereja, hamba-hamba Tuhan, majelis, guru PAK dan semua orang percaya, akhirnya menyadari pentingnya suatu kompetensi bagi guru PAK dalam pembelajaran terhadap siswa secara terpadu khususnya dalam rangka pertumbuhan perkembangan iman anak-anak didik.
Ada beberapa tujuan yang hendak Penulis capai dalam penelitian. Pertama bagi Penulis sendiri. Dengan terselesainya skripsi ini, Penulis mengharapkan tulisan ini dapat memperkaya wawasan khususnya dalam pelayanan dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan iman seseorang anak. seperti yang diidam-idamkan oleh orang-orang Kristen; menjadi bahan acuan ke depan apabila kelak diperkenankan, dipercaya Tuhan Yesus untuk melayani atau bekerja diladang-Nya, sebagai Guru PAK yang professional dibidangnya. Dengan demikian dapat menjadi hamba Tuhan atau Guru PAK yang lebih berguna untuk perluasan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Selanjutnya dapat mengembangkan pembelajaran PAK kepada siswa menjadi semakin luas, sehingga dapat menjangkau siswa-siswa yang belum percaya kepada Tuhan Yesus.
Kedua, harapan Penulis melalui skripsi ini agar setiap pembaca secara khusus bagi para aktivis gereja, Guru-guru yang percaya kepada Tuhan Yesus (Guru Kristen) mendapat berkat, baik kesaksian, pengetahuan maupun pengalaman Pembelajaran PAK kepada para siswa sebagai salah satu upaya Gereja (orang-orang percaya) dalam menumbuhkembangkan iman Kristen,.
Penulis berharap, setelah pembaca mengetahui pentingnya Pembelajaran PAK kepada para siswa, tergerak hatinya dan mengambil langkah awal, yaitu melayani mereka yang ada di gereja dan di sekolah masing-masing, sehingga jiwa-jiwa baru dapat ditumbuhkembangan imannya dan dimenangkan untuk Tuhan Yesus dan gerejaNya, dengan terus meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
Ketiga, melalui tulisan ini Penulis berharap para Pembaca (khususnya Guru Agama Kristen) supaya mengetahui dan menyadari betapa pentingnya memiliki beberapa kompetensi dalam Pembelajaran PAK bagi Siswa atau anak-anak SD (Sekolah Dasar).
Yang berikut, Penulis berharap rekan-rekan guru Pendidikan Agama Kristen dapat melayani siswa dengan lebih baik lagi, serta mengembangkan Pembelajaran PAK, menjadi pelayanan Siswa secara terpadu, tepat pada sasaran dan berjalan berkesinambungan. Dengan demikian Gereja-gereja Tuhan (tanpa menitik beratkan pada salah satu denominasi) dapat semakin bertumbuh dan berkembang baik secara kwalitas maupun kwantitas, yaitu dengan ditumbuhkembangkannya iman dari anak-anak jemaat.
Yang berikut, Penulis berharap lebih luas lagi, melalui tulisan ini para hamba Tuhan dan pemimpin lembaga-lembaga pendidikan Kristen mendapat masukan yang sangat berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan iman bagi anak-anak jemaat, sehingga dapat mengambil langkah-langkah konkrit, lebih bijaksana dalam memanfaatkan peluang emas bagi pertumbuhan dan perkembangan iman anak-anak yang dipimpinnya, tanpa mengurangi pelayanan akademis dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa.
Dengan demikian para pemimpin lembaga pendidikan Kristiani, gereja, dapat bekerjasama dengan Guru-guru Pendidikan Agama Kristen dalam rangka mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu anak-anak yang memiliki iman yang bertumbuh, berkembangan dan menghasilkan buah-buat perbuatan. Menjadi saksi Kristsus bagi teman-teman dan masyarakat pada umumnya..

E. Hipotesa
Ada korelasi atau hubungan yang segnifikan antara Kompentensi yang dimiliki Guru PAK terhadap hasil Pembelajaran PAK terhadap siswa yang dilakukan secara terpadu, terus menerus dan berkesinambungan dengan pertumbuhan, perkembangan iman anak-anak jemaat.

F. Ruang Lingkup Pembahasan
Pembahasan dalam Skripsi adalah pertumbuhan, perkembangan iman melalui pembelajaran PAK kepada siswa terpadu oleh Guru PAK yang mempunyai kompetensi tertentu. Perkembangan iman yang Penulis maksudkan adalah pertumbuhan, perkembangan iman Kristen yang hidup sebagai hasil atau buah dari pembelajaran PAK secara terpadu oleh Guru PAK yang mempunyai kopentensi.
Pertumbuhan, perkembangan iman anak-anak jemaat meliputi pertumbuhan secara kwantitas, yaitu pertumbuhan dalam segi jumlah (anak jemaat atau warga gereja atau jemaat bertambah) maupun pertumbuhan, perkembangan iman secara kwalitas, yaitu mutu iman dari anak-anak jemaat yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, seperti yang dimaksud Rasul Paulus dalam Surat Efesus 4 :13-15, yaitu : “Sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran, oleh permainan palsu menusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi teguh berperang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala”.
Sedangkan yang Penulis maksudkan dengan pelayanan siswa terpadu, yaitu pelayanan kepada siswa (murid) secara utuh, sesuai dengan kebutuhan perkembangan jiwa, terlebih kebutuhan rohani, dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan, sesuai dengan pengertian dan pemahaman serta kemampuan dari Guru-guru Agama Kristen yang mempunyai kompetensi dalam mengajar.
Untuk mewujudkan iman anak-anak jemaat bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah keluarga, sekolah dan masyarakat,, serta menjadi berkat bagi teman-teman yang belum percaya (belum diselamatkan), dibutuhkan cara atau metode, serta langkah-langkah nyata. Gereja sebagai “bapak” dalam pelayanan kepada siswa harus proaktif dalam menyikapi langkah-langkah yang diambil oleh para guru agama PAK, hamba-hamba Tuhan, serta memberi dorongan yang maksimal. Jemaat yang mempunyai potensi besar dalam melayani siswa, perlu dilibatkan secara langsung, mengingat keterbatasan pelayan (pekerja) atau guru-guru PAK yang mengajar (melayani) siswa di sekolah-sekolah Negeri.

G. Metode dan Prosedur Penelitian
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dan dapat dipercaya kebenarannya, tulisan ini, maka disamping Penulis membaca Literatur juga mengadakan survey terhadap hasil pelayanan terhadap siswa secara terpadu pada Sekolah-sekolah Negeri, dan gereja dimana siswa tersebut telah bergereja.
Penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa hamba Tuhan (Pendeta) penginjil atau guru Injil dan rekan-rekan Guru PAK yang masih aktif di dalam Pembelajaran PAK di Kecamatan Argomulyo, Salatiga. Untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan Pembelajaran PAK terhadap siswa, baik dalam penyampaian materi pelajaran Agama Kristen maupun pelayanan lainnya, Penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa siswa Kristen yang pernah mendapat Pelajaran Agama Kristen dari Gurunya.. Pengalaman Penulis selama melayani (mengajar) Pendidikan Agama Kristen di sekolah serta hasil Analisis data siswa akan mewarnai tulisan ini.

H. Sistimatika Penulisan
Penulis tidak akan membahas panjang lebar mengenai pertumbuhan dan perkembangan iman Kristen bagi anak-anak jemaat dengan hanya akan memfokuskan pada cara atau metode pertumbuhan dan perkembangan iman. Dan dalam skripsi ini, Penulis akan membatasi pada pertumbuhan, perkembangan iman Kristen, yaitu melalui Pembelajaran PAK secara terpadu yang dilakukan oleh seorang guru PAK yang mempunyai kompetensi dalam bidangnya.
Penulis akan membuat tahapan-tahapan sebagai berikut :
- Pada Bab Satu, terlebih dahulu Penulis memberikan Pendahuluan, yang mencakup : latar belakang masalah, rumusan-rumusan masalah, tujuan penulisan, tujuan dan kegunaan penelitian, hipotesa, ruang lingkup pembahasan, metode dan prosedur penelitian dan sistimatika penulisan.
- Pada Bab Dua, Penulis menguraikan pertumbuhan, perkembangan iman kristen serta iman yang hidup, yang Penulis dahului dengan menguraikan sedikit tentang pengertian Iman, ciri-ciri Iman, pentingnya iman dan timbulnya iman. Kemudian masuk kepada pembahasan iman yang disertai dengan perbuatan atau iman yang hidup serta dampaknya bagi kehidupan anak tersebut, keluarga, sekolah dan msyarakat.
- Pada Bab tiga, Penulis akan melengkapi pembahasan ini dengan menguraikan siapa siswa, hakekat Pendidikan Agama Kristen, serta pelayanan siswa terpadu. Dalam Bab ini Penulis akan menekankan satu bentuk pelayanan, yaitu pelayanan siswa secara terpadu, yang merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja atau orang-orang percaya terhadap anak-anak, terutama anak-anak jemaat.
Supaya aktivitas pelayanan terhadap siswa tersebut tidak sia-sia, tetapi benar-benar menjadi berkat bagi para siswa, bagi pertumbuhan dan perkembangan gereja serta penginjilan, maka dalam bab ini Penulis sertakan prinsip-prinsip pelayanan terhadap siswa dan langkah-langkah pelayanan terhadap siswa tersebut.
- Pada Bab empat, Penulis akan mengungkapkan suatu fakta, yaitu menguraikan bahwa Kompetensi seorang guru PAK dalam proses pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pembelajaran tersebut. Oleh sebab itu dalam bab ini diuraikan, pengertian suatu kopentensi, macam kompentensi yang harus dimiliki oleh seorang guru PAK, serta dampaknya dalam proses pembelajaran. Mengingat semua usaha mempunyai satu tekat atau tujuan, yaitu bertumbuh iman bagi anak-anak yang diajar atau dididik, maka dalam Bab ini diuraikan pentingnya suatu prioritas, Pembelajaran PAK terhadap siswa secara terpadu sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan perkembangan iman bagi anak-anak jemaat. Bentuk-bentuk Pembelajaran dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan iman, yaitu antara lain Pengajaran Agama Kristen, Persekutuan Siswa, Pembinaan Iman Kristen, pementoran dan Kunjungan. Dampak dari pelayanan siswa yang dilakukan secara terpadu khususnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan iman pun perlu dibanggakan. Oleh sebab itu dalam bab ini pula Penulis paparkan beberapa dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan iman anak-anak jemaat baik yang berupa perubahan sikap hidup, peningkatan jumlah dalam kebaktian sekolah minggu serta pertumbuhan iman itu sendiri yang menjadi tujuan dari sejak semula. Namun mengingat dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan tersebut ada banyak sekali hambatan dan rintangan, baik dari dalam maupun dari luar, maka dalam bab ini penulis akan sedikit gambarkan rintangan dan hambatan-hambatan, terutama yang Penulis alami, dan sekaligus jalan keluar atau solusi yang Penulis ambil, sehingga hasil dari semuanya itu dapat melengkapi Skripsi ini.
- Pada Bab lima, Penulis akan membuat kesimpulan secara menyeluruh dari apa yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, serta memberi saran bagi para guru-guru Agama Kristen, hamba-hamba Tuhan, para aktivis gereja dan pemimpin suatu lembaga pendidikan (Sekolah-Sekolah Kristen), supaya memanfaatkan peluang yang Tuhan berikan bagi pertumbuhan, perkembangan iman anak-anak jemaat. Memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Tuhan Yesus dan bagi gereja-Nya.

Arti Manusia Dari Pandangan Filsafat

ARTI MANUSIA DARI PA NDANG FILSAFAT

 Filsafat Manusia adalah suatu cabang dari Filsafat yang mengupas tentang arti menjadi manusia.
 Filsafat Manusia termasuk dalam kajian Ontologi atau Metafisika
 Filsafat Manusia biasa disebut juga, Antropologia Metafisika atau Psikologi Metafisis
 Manusia adalah mahluk yang berhadapan dengan diri sendiri dalam dunianya.
 Louis Leahy mengatakan bahwa ada 2 inti pokok dalam mempelajari Filsafat Manusia, yaitu :
 Memelajari Filsafat Manusia untuk mendapatkan Hakekat Manusia
Memelajari Filsafat Manusia untuk mendapatkan Fungsi dari keberadaan manusia di dunia.
 Ada 2 aspek dalam memahami hakekat manusia, yaitu :
 Ekstensif, meliputi pembahasan yang berhubungan dengan Sifat, Gejala, Kegiatan, dan segala sesuatu yang meyangkut pada segala bidang.
 Intensif, meliputi pembahasan yang mengarah pada intisari dari manusia.
 Memandang manusia bisa dilihat dari dua sisi, yaitu :
 Eksternal, melihat manusia dari sisi Tubuh yang sifatnya materi.
 Internal, melihat manusia dari sisi Jiwa atau Rohani, dan kesadaran

CIRI –CIRI MANUSIA:
 Ciri fisik
 Sikapnya yang tegak sehingga membebaskan tangan untuk melakukan eksplorasi dan manipulasi
 Jari-jari tangan yang mudah bergerak serta kemampua lengan bergerak memutar
 Otak dan kepala yang besar serta sistem syaraf yang lebih sempurna dari mahluk lain
 Manusia mempunyai alat berupa bahasa untuk menyebarkan kebudayaannya
 Manusia mempunyai daya cipta yang bisa berulang, dan ciptaannya bisa kompleks sifatnya.
 Manusia mahluk sosial dan politik
 Hanya manusia yang sadar akan sejarah dan mempunyai tradisi kebudayaan yang terus menerus
 Manusia mempunyai apresiasi estetik

 Manusia mempunyai hati nurani
 Manusia adalah mahluk yang religious

Kesalah tafsiran tentang teori evolusi:
 Teori evolusi tidak berarti semua bentuk yang hidup itu cenderung mengarah kepada manusia, atau akan berubah menjadi jenis lain.
 Teori evolusi berbeda dengan darwinisme. Darwinisme adalah suatu penjelasan bagaimana satu jenis dapat muncul dari jenis lain.
 Teori evolusi bukan keterangan tentang watak dan asal dari kehidupan itu sendiri tetapi tentang proses perubahan.
 Teori evolusi tidak seharusnya mengingkari agama atau kepercayaan kepada Tuhan.


Perbedaan mansuia
BARAT TIMUR
Mengutamakan akal sebagai alat penalaran dan memperoleh pengetahuan.
Abstraksi sangat penting dalam memahami hidup.
Pengetahuan.
Pengetahuan berguna untuk menguasai dunia. Mengutamakan hati yang merupakan alat pemersatu akal dan intuisi atau intelegensi dan persaan.
Menekankan pada simbol yang sifatnya kongkret.
Pengetahuan berguna untuk menjadi bijaksana dalam menghadapi hidup yang sulit.

Mempunyai motivasi untuk menguasai alam, karena manusia barat berjarak dengan alam.
Muncul eksploitasi dan ekspansi Menghormati alam karena menganggap alam dan manusia merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan (holistik)
Muncul harmonisasi

Manusiia barat mempunyai sikap aktif, mereka aktor dari kehidupan dan terus berpetualang dalam hidupnya
Nilai tertinggi dalam hidup datang dari dalam, menerima keadaan, mengumpulkan pengalaman, mengintegrasikan diri dan waktu demi kesempurnaannya

Menghargai hak individu sehingga membentuk pribadi yang percaya diri, terus terang, relistis, dan “berani menjadi” Keberadaan manusia baru berarti apabila ia tidak memisahkan diri dari masyarakat dan berpikir secara sosial-kolektif.


PERSAMAAN MANUSIA BARAT DAN TIMUR:
 Mengakui adanya suatu yang absolut yang merupakan sumber dari segala sesuatu (penyebab pertama)
 Sama-sama menghadapi pertanyaan dasar tentang manusia dan mempunyai wawasan yang sama tentang dimana manusia dapat menemukan pemenuhannya
WATAK MANUSIA DAN MASYARAKAT:
 Thomas Hobbes (1588 – 1679)
Manusia merupakan mahluk yang jahat (Homo Homini Lupus) sehingga harus diatur oleh hukum dan pemerintahan yang tak dapat digulingkan (Leviathan)
Sifat dasar manusia adalah bersaing, agresif, loba, anti sosial dan bersifat kebinatangan.
Negara berfungsi untuk menyatukan manusia untuk tidak saling memebunuh.
 Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778)
Manusia merupakan mahluk baik, masyarakat yang membuat manusia jahat (mementingkan diri sendiri dan bersifat merusak)
Negara berfungsi untuk memungkinkan manusia untuk mendapatkan kembali sifat kebaikannya yang asli.


CIRIKHAS MANUSIA SBG MAHKLUK HIDUP:
 Asimilasi, yaitu berkembang dan mengembangkan diri dengan mengubah yang dimakan dan dicerna menjadi substansinya sendiri.
 Memperbaiki dan memulihkan, yaitu mengerjakan dari substansinya sendiri, dari dalam dirinya, dari apa yang dibuat oleh organismenya.
 Mereproduksi, yaitu kemampuan untuk melipatgandakan diri, membuat dalam dirinya bibit yang akan menjadi mahluk hidup baru.
 Responsif, yaitu kemampuan merespon stimulus yang diberikan padanya oleh alam sekitarnya, ( daya adaptasi).
 Punya tujuan, yaitu kemampuan menentukan tujuan. Manusia punya tujuan hidup dan untuk mencapainya mereka memanfaatkan apa yang ada disekitarnya dengan menggunakan ilmu dan alat.
 Mahluk hidup secara esensial adalah sesuatu yang menyempurnakan dirinya sendiri (otoperfektif), dia berkemampuan untuk bergerak sendiri, tumbuh dan berkembang.
 Mahluk hidup mempunyai suatu kesatuan yang dinamis dan yang menstrukturkan sumber pertama dari aktifitas-aktifitas yang beraneka ragam dan terkoordinir pada setiap mahluk hidup.
 Kesatuan substansial dan dinamis itu yang mengkoordinasikan dan “menstrukturkan” merupakan dinamisme yang mengakibatkan dia berbuat dan mencoba merealisasikan idenya sebagai “subjektivitas”.
 Mahluk hidup tersusun dari bagian-bagian yang mempunyai ciri khas bahwa mereka bersama-sama merupakan suatu keseluruhan yang terstruktur, mempunyai fungsi tertentu, semua bagian saling bergantung, sehingga mahluk hidup adalah suatu keseluruhan yang berhirarki dan tersusun.
 Dapat disimpulkan bahwa mahluk hidup punya 2 unsur yang esensial, pertama, keseluruhan yang berorgan dan tersusun, yang dinamakan badan. Kedua, kesatuan substansial yang disebut jiwa. Kedua bersatu dan dikenal dengan nama mahluk hidup, satu substansi walaupun tetap berbeda dan dari kodrat yang berlainan.
 Definisi tentang mahluk hidup, yaitu suatu substansi natural yang terbentuk dari badan dan jiwa, dari keseluruhan yang berorgan dan kesatuan fundamental, dari suatu struktur indrawi dan subjektifitas metaindrawi.

BEBERAPA KONSEP JIWA:
 Jiwa adalah suatu elemen yang indrawi, halus, panas dan dinamik seperti nafas dan darah yang terdapat dalam organisme secara total atau definitif.
 Peranan Jiwa sebagai kesatuan substansial dan metafisika. Jiwa adalah menstrukturkan dan menyatukan. Jiwa bukan suatu keseimbangan harmonis dari organisme itu, melainkan keseluruhan kegiatan “sinergis” yang hanya mampu dilakukan mahluk hidup.
 Jiwa merupakan unsur pokok yang pertama, jiwa harus menjadi prinsip hidup, prinsip kesadaran, interioritas, pemikiran dan kebebasan.
 Plato mengatakan jiwa merupakan satu substansi yang eksistensinya mendahului badan, yang untuk sementara waktu tertutup didalam badan seperti layaknya sebuah penjara bagi jiwa. Jiwa adalah sesuatu yang ”ada” dan badan adalah sesuatu ada yang lain (dualisme).
 Aristoteles mengatakan Jiwa dan Badan merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan yang menyatu dan dikenal sebagai mahluk hidup. Jiwa dan badan merupakan 2 unsur esensial yang saling melengkapi dalam satu substansi yang sama (monisme).

Gagasan tentang Jiwa menghadapi 2 keberatan
1. Dewasa ini kehidupan dapat dibuat di laboratorium, ini membuktikan bahwa mahluk hidup hanya tersusun dari unsur-unsur indrawi dan fisik.
2. Ahli biologi dan psikologi menjelaskan pembentukan dan tingkah laku mahluk hidup tanpa menggunakan gagasan tentang jiwa yang dapat merugikan penyelidikan-penyelidikan mereka.
STRUKTUR JIWA:
 Jiwa menurut Whitehead punya struktur yang sifatnya hierarkis dimana taraf yang tertinggi diduduki oleh taraf rasional, dalam melaksanakan tugasnya taraf ini didukung oleh taraf-taraf lain seperti taraf organik (benda mati), taraf vegetatif (tumbuhan) taraf sensitif (binatang). Taraf yang rendah mempunyai fungsi saling berhubungan dan mendukung taraf tertinggi yaitu taraf rasional.
 Taraf organik (benda mati) sifatnya statis tidak memperkenalkan unsur baru yang muncul dari keinginan mewujudkan cita-cita pribadi.
 Taraf vegetatif (tumbuhan) lebih menunjukkan aktifitas jiwa yang efektif dengan adanya unsur pembaharuan (adaptasi dengan lingkungan).
 Taraf sensitif (binatang) sudah muncul kesadaran akan diri dan lingkungan, bersamaan dengan kemampuan analisis terhadap pengalaman-pengalaman fisik.
 Taraf rasional terjadi pembaruan terus menerus yang menjadi begitu efektif di dalam sejarah kehidupan manusia, karena dalam diri manusia ada kesadaran intelektual yang punya kemampuan sangat efektif untuk menyederhanakan pengalaman dan memberi tekanan kepada segi yang dianggap penting sambil menyingkirkan yang dianggap tidak relevan.

KARAKTER KHUSUS BADAN:
Badan itu tidak berada diluar intimitasi kita secara total dan juga tidak sama secara sempurna dengan keakuan kita yang paling dalam; bahwa dia tidak merupakan suatu objek saja maupun suatu subjektivitas semata.
Badan itu harus didefinisikan berhubungan erat dengan dunia dan partisipasinya dengan jiwa, sehingga yang akan dibicarakan adalah badan hidup pada umumnya.

KESIMPULAN:
Mahluk Hidup Mengatasi Batas-batas “Ketubuhannya”
 Dispersi, yaitu mahluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan kesatuannya yang dapat membedakannya dari semua yang lain dan menjadi suatu individu.
 Mahluk hidup berusaha mengatasi kepasifan tubuh. Manusia berusaha beradaptasi, bereproduksi, bekerja demi kelangsungan hidupnya, namun mereka tidak bisa mempercepat atau memperlambat eksistensinya, seperti tubuh makin tua yang lama kelamaan menimbulkan ketidakmampuan.
 Mahluk hidup mengalami keterbatasan, dimana setiap mahluk hidup tidak pernah menjadi dirinya secara total dan sempurna dan tidak pernah mencapai keadaan yang dicita-citakannya.

Arti Kepribadian

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Kepribadian secara umum
Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.

Kepribadian menurut Psikologi
Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.

Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sbb(E. Koswara):
1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.
2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.
3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.



Arti dan Definisi Kepribadian
Kepribadian secara umum Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral. Kepribadian menurut Psikologi Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama. Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sbb(E. Koswara): 1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita. 2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang. 3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.
NOVDALY FILLAMENTA, M.Si -- 15 Januari 2009



KARAKTERISTIK REMAJA DAN PEMUDA
EARLY ADOLESCENCE (13-15) Waktu ini sekarang adalah cepatnya pertumbuhan yang sering membawa kejanggalan, memperlihatkan kurangnya koordinasi antara pikiran dan badan. Hal ini juga memberikan rasa malu pada anak-anak muda karena organ-organ tubuh tertentu, seperti hidung, mulut dan kaki bertumbuh lebih cepat dari anggota tubuh yang lain membuat mereka seperti seorang gadis yang kecilnya berwajah buruh tetapi waktu dewasa menjadi gadis yang molek dan memberikan rasa ketakutan yang tak tersalurkan yang membuat mereka akan selalu merasa begitu. Usia untuk bergerombol sekarang mencapai puncaknya dan mulai mulai surut digantikan oleh ketertarikan kepada lawan jenis dan disertai perasaan malu pada periode ini. Perkembangan mental telah membuat pegangan yang pasti menyebabkan remaja lebih kritis daripada yakin seperti pada waktu sebelumnya. Mereka mempunyai waktu yang lebih banyak untuk berkhayall dan memikirkan tentang masa depannya dan akan apa yang akan dikerjakannya nanti. Mereka benar-benar tidak mementingkan diri sendiri dan tertantang untuk melakukan hal-hal yang berguna dimuka bumi ini. Ketertarikan pada hal-hal yang bersifat rohani berlanjut dan hal - hal bersifat semangat mulai menjadi masalah pengalaman daripada penerimaan banyak fakta.

Karakteristik Mental:
1. Remaja terjaga tetapi terpaku pada periode suka berkhayal.
2. Remaja berlajar dengan cepat.
3. Remaja mulai mendapatkan rasa tertarik pada hal-hal yang khusus.

Karakteristik Fisik:
1. Kesehatan bagus, hanya nomor kedua setelah masa periode pra-remaja.
2. Perkembangan fisik sangat cepat dengan nafsu makan yang kuat menyertai masa pertumbuhan ini.
3. Otot-otot berkembang atau kegagalan koordinasi untuk menjaga tahap perkembangan struktur tulang menyebabkan kecenderungan menuju kejanggalan atau kekakuan.
4. Organ-orang sex berkembang, membuat perkembangan yang cepat secara biologis. Hormon-hormon yang baru yang memperkembang insting sexual yang mempengaruhi tingkah laku. Rousseau berkata: “Kita dilahirkan dua kali, pertama kali melalui kehadiran dan kedua pada kehidupan; pertama kali sebagai anggota dari suatu suku dan kedua kali sebagai anggota dari kelompok secara jenis kelamin. 5. Anak wanita lebih tinggi dari anak laki-laki pada usia 12 tahun sampai 13 tahun, benar-benar lebih tinggi pada usia 14 tahun dan mulai berkurang pada usia 15 tahun dan 2 inchi lebih pendek dari laki-kali pada usia 16 tahun.

Karakteristik Sosial
1. Usia ini adalah usia yang menunjukkan kesetiaan pada kelompok, dengan satu ketakutan bahwa dirinya berbeda dengan kelompoknya. Remaja mencari persetujuan dari kelompok untuk semua aktifitas.
2. Remaja mencari lebih banyak kebebasan secara individu dengan suatu ketajaman batin yang baru menunjukkan kwalitas secara pribadi. Weigles menandai: “ Pandangannya menembus tindakan-tindakan yang dihasilkan dan mengambil semangat diantara manusia. Mereka mulai melihat mutu ketajaman batin untuk merasakan nilai hakiki pada kebenaran, iman dan pengorbanan diri. Mereka penuh dengan ambisi dan membuat rencana untuk masa depan.
3. Keinginan untuk encari uang sering melanda anak remaja pada usia ini, menghasilkan keinginan untuk lepas dari sekolah
4. Pada usia ini juga sering terjadi pergantian suasana hati. Suatu ketika aktifitas ditunjukkan, sementara lain waktu lesu. Di pagi hari, anak-anak permulaan remaja mungkin baik dengan keinginan hati , sementara di siang hari mereka mungkin tamak. Satu jam mereka jadi egois tiba-tiba di lain waktu menjadi penakut.
5. Kejanggalan ini ditunjukkan dalam berbagai cara:a. Sangat menyukai dan tidak menyukai makanan, menyukai makanan tertentu yang dimakan secara berlebihan. b. Sangat menyenangi olah raga atletik dengan suatu kecenderungan berlebihan. c. Rasa humor yang jelek, anak perempuan cenderung tertawa genit. Anak remaja pada usia ini mempunyai rasa ketertarikan pada lawan jenis. Ini adalah usia yang bahaya untuk seksualitas dan keinginan berteman. apabila anak remaja tidak dibekali untuk menjalin hubungan secara pribadi. Aktifitas-aktifitas grup pada usia ini seharusnya disponsori oleh mereka anggota klub. Pengantar yang berhati-hati harus diberikan pada semua aktifitas Klub Remaja yang diadakan diluar seperti Kampore, acara dialam dan sebagainya.

Karakteristik Kerohanian
1. Ketertarikan pada hal-hal kerohanian berkurang secara drastis pada usia ini tetapi remaja dipengaruhi oleh tingkah laku teman-teman sepergaulannya.
2. Tiga belas tahun adalah usia terbesar kedua untuk dibaptiskan di gereja.
3. Ini adalah usia dimana cita-cita untuk pekerjaan seumur hidup sering akan ditentukan. Hal penting dari pegangan sebelum anak-anak remaja ini tentukan nasibnya dalam menyelesaikan perkerjaan pengabaran injil akan kelihatan.
4. Akan ada kurangnya kecenderungan dalam usia ini untuk menyatakan perasaannya pada hal-hal yang bersifat rohani atau keyakinannya.
5. Sering terjadi pertentangan dengan suara hati.

PERTENGAHAN REMAJA (16-17)
Pertumbuhan berlanjut dengan cepat, anak muda dalam banyak hal mencapai ketinggian fisiknya pada akhir periode usia ini. Dimana pada waktu yang lalu anak-anak ini telah melalui satu periode dimana mereka mencari jati diri, remaja sekarang mulai untuk mengembangkan rasa individualitasnya dan menjadi seseorang yang mempunyai keputusannya sendiri.
Karakteristik Mental:
1. Remaja berada pada usia dimana dia akan senang sekali bertanya segala sesuatu dan ingin bukti sebelum dia menerimanya.
2. Mereka mempunyai rasa hormat yang besar terhadap “bea siswa” dan sering cenderung untuk mengambil satu jawaban atas sesuatu yang akan dipegang menjadi bukti bahwa seserang mempunyai nama besar.
3. Prinsip-prinsipnya sekarang mulai dipertajam, dan mereka benar-benar merencanakan cara untuk mencapainya.

Karakteristik Fisik:
1. Seksualitas berkembang terus, suatu kekuatan untuk berurusan dengan hal ini.
2. Tinggi dan berat badan mencapai 85% dari usia pada masa dewasa.
3. Otot-otot menjadi berkembang dan mereka suka latihan-latihan kebugaran fisik.
Karakteristik Sosial:
1. Mereka suka berkelompok-kelompok dan ingin dikelilingi oleh teman-teman istimewanya
2. Kritis, sering kasar dalam menyampaikan pendapatnya kepada orang lain.
3. Sangat peka, dan sering dipengaruhi oleh pendapat orang banyak dan apa yang dipikirkan oleh kelompoknya adalah pasti baik untuk dilakukan.
Karakteristik Kerohanian:
1. Mereka terus berkembang dalam pengenalan akan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai kerohanian menjadi terutama, dengan alasan akan pergaulan yang salah, mereka akan kehilangan daya tarik.
2. Apa yang belum dilakukan dalam memberikan pondasi yang akan mendasari dasar pemikirian mereka sekarang menjadi sulit untuk diberikan.

REMAJA AKHIR (18-24)
Secara fisik, ini adalah waktu yang lambat untuk bertumbuh, pertumbuhan yang terlambat pada bagian yang lain akan menyesuaikan dengan bagian yang lain. Kepribadian muncul dan karakter menjadi tetap. Rasa memerlukan orang lain sekarang menemukan jalan keluarnya, tidak dalam grup-grup atau kelompok-kelompok tetapi dalam satu klub, kelompok persaudaraan, tempat satu rumah dan gereja. Keraguan apapun akan berhubungan dengan keagamaan yang juga dipikirkan dan suatu dasar yang memuaskan dalam penemuan iman atau ini adalah penolakan terhadap barang peninggalanpada masa lalu, dengan kekecewaan yang menhasilkan sinisme. Ketertarikan pada lawan jenis telah menemukan pemecahannya melalui cinta dan rumah tangga

Minggu, 12 September 2010

Renungan : Setia Dalam Perkara Kecil

Renungan :
SETIA DALAM HAL KECIL
Bacaan : Filipi 2: 1-11
Nats. : Amsal 4:22 “ Ganjaran kerendahan hati dan Takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kerendahan hati”


Pada suatu ketika, rombongan hamba-hamba Tuhan di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk study banding atau melihat secara langsung pelayanan hamba-hamba Tuhan di Korea Selatan. Menurut pengakuan salah satu hamba Tuhan dari Indoensia, teman-teman terhormat dan sangat bangga meresa bisa melakukan tugas yang besar,bahkan kunjungan ke luar negeri, apalagi semua biaya ditanggung oleh misi Korea yang memang rindu pelayanan hamba-hamba Tuhan Indoensia bisa belajar dari pelayanan orang-orang Kristen di Korea.

Suatu kali dalam salah satu acara yang harus diikuti adalah KKR (Kebaktian Kebanguna Rohani). Seperti biasa hamba-hamba Tuhan dari Indonesia ketika menghadiri acara besar, sebagai orang yang “besar” pimpinam suatu jemaat, selalu menampakkan statusnya sebagai seorang hamba Tuhan. berdasi dan mengenakan jas. Sementara melihat jemaat yang menghadiri KKR tersebut biasa-biasa saja, mereka terkejut, karena tidak seperti yang terjadi di Indonesia. Mereka melihat dari penerima tamu sampai pemain musik semua biasa-biasa saja. Demkian juga Majelis, Hamba Tuhan (gembala sidang, asisten Gembala dan pada aktifis lainnya memakai pakaian seperti dipakai pada hari minggu. Hanya Pengkotbah yang memakai dasi dan jas.

Hamba-hamba Tuhan dari Indonesia pun tidak berfikir sampai sejauh itu, pokoknya mereka merasa diundang dan menjadi orang yang “penting” saat itu. Duduknya pun ditempat yang stategis sebagaimana setiap menghadiri acara-acara besar apalgi KKR seperti itu. Ada salah satu anggota rombongan yang sangat sensitif memperhatikan orang-orang yang ambil pelayanan dalam KKR besar tersebut. Dia juga panasaran, mereka biasa-biasa saja, tidak menampakkan orang yang dipakai Tuhan dan mengerjakan pekerjaan yang besar. Mereka sangat sukacita dan tidak merasa canggung dengan pelayanan masing-masing, walaupun ada yang hanya sebagai tukang parkir.

Setelah selesai KKR, mereka akan kembali ke hotel untuk istirahat sejenak, karena malamnya diudang makan malam oleh salah satu majelis gereja tersebut. Mereka semua menuju ke mobil yang membawa rombongan. Dilihatnya seorang tukang parkir yang sangat gesit, sopan dan sangat menghargai tamu yang datang. Tukang parkir ini sangat sukacita bisa mengatur keluar masuk mobil yang memasuki area parkir gereja, apalagi acara sudah selesai dan mobil satu demi satu sudah diatur untuk meninggalkan tempat parkir.

Malam harinya, rombongan dari Indoneia menuju tempat dimana diundang salah satu majelis untuk makan malam bersama dengan majelis dan gembala siding setempat.
Ada satu pemandangan yang aneh, setelah mereka duduk di meja besar di restorant yang sangat besar dan mewah di kota Saul, Korea selatan. Mereka mulai dilayani oleh pelayan-peyanan yang sangat ramah dan sopan. Sambil menunggu majelis yang mengundang mereka makan salah satu pendeta setempat bercerita banyak tentang orang yang punya restorant tersebut. Tidak lama kemudian pendeta itu mengajak semua untuk berdiri seperti kebiasan orang Korea dalam menyambut tamu. Bukan hanya hamba-hamba Tuhan, majelis yang berdiri, tetapi semua pelayan restorant pada berhenti bekerja dan berdiri berhadap-hadapan sambil kepala menunduk di sepanjang jalan dari tempat parkir sampai ujung meja yang dipakai untuk makan bersama.

Hamba-hamba Tuhan Indonesia terkejut dan muka mereka agak pucat dan bercampur malu, karena ternyata yang datang adalah salah satu majelis yang jadi tukang parkir pada saat KKR di Gereja. Setelah mereka duduk, pendeta tadi memperkenalkan lebih detil tentang majelis, dan hamba-hamba Tuhan yang bersama-sama melayani. Salah satunya adalah majelis yang mengundang makan bersama. Mereka hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bapak pendeta senior tersebut, bahwa orang yang setiap acara besar hanya mau mengambil bagian dalam pelayanan tukang parkir, dengan memakai kaos, atau baju yang sederhana, tidak dipandang sebagai sebuah pelayanan, adalah majelis yang mempunyai restoran besar tempat mereka makan bersama.

Bukan hanya itu Pedeta itu menjelaskan bahwa pelayanan sebagai tukang parkir digereja sudah dia kerjakan sejak dia belum sukses seperti sekarang. Bahkan dia katakanan bahwa usahanya yang besar dan sekses, karena dia mulai dari jadi tukang parkir di warung makan pinggir jalan, rumah makan dan juga di restoran-restoran.
Sambil pulang dari restorant, mereka berbincang-bincang satu dengan yang lain.
Mereka bersyukur karena ditegur, diajar dan dinasehati, untuk melakukan kehendak Bapa, walaupun kecil hina dan tidak diperhitungkan oleh manusia. Kesetiaan mejelis dalam perkara kecil yang pada akhirnya diberi tangnggung jawab yang besar menginspirasi hamba-hamba Tuhan Indonesia untuk setia dalam perkara kecil, mengerjakan dengan tulus dan memandangnya bahwa apa yang dilakukan adalah untuk
Tuhan dan bukan untuk manusia. Ingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus : “ Apapun yang kamu lalukan untuk salah sadauraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”(Matius 25:40). Dan Tuhan Yesus juga memberikan teladan dalam ketaatan, kesetiaan dan kerendahan hati. Dia yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati di atas kayu salib. (Filipi 2: 6-8).


Salatiga, 12 September 2010
Oleh : Ev. Timotius Sukarman

Minggu, 22 Agustus 2010

CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI JURUSAN PAK

PR0PFESIONALISME GURU PAK.
-Komitmen terhadap tugas panggilan sebagai Guru PAK Sekolah Dasar Kota Salatiga dan Profesionalisme
-Profesionalisme Guru PAK dan prestasi hasil belajar siswa selolah Dasar Negeri…. Salatiga
-Pengaruh Profesionalisme Guru PAK terhadap pertumbuhan iman siswa sekolah Dasar Negeri Salatiga
-Integritas Guru PAK dan Profesionalisme dalam menjalankan tugas mendidik dan mengajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga.

Motivasi dan Prestasi, peranan :
-Pentingnya motivasi asal dan pengaruhnya terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas 3-6 Sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga.
-Motivasi Awal sebagai Guru PAK dan Profesionalisme dalam menjalankan tugas mendidik dan mengajar pada siswa sekolah dasar Negeri 04 Salatiga.
-Pengaruh Motivasi terhadap prestasi dan aksi anak Sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga.
-Peranan Motivasi dan Kompetensi dalam Kegiatan Pembelajaran PAK di SD Negeri Kota Salatiga
-Peranan Guru PAK dalam tumbuhan dan perkembangan iman siswa kelas 2 – 5 sekolah dasar kota salatiga.
-Peranan Guru PAK terhadap prestasi hasil belajar Pendidikan Agama Kristen siwa kelas 4-6 sd kota salatiga.

Pembelajaran/ pengajaran PAK
-Pengaruh Pembelajaran Aktif, Kreatif dan menyenangkan terhadap Konsentrasi dan PRESTASI BELAJAR Siswa kelas 1-4 Sekolah Dasar negeri Salatiga
-Pengaruh Penggunaan Media Pembelajar terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa kelas 2-5 Sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga
-Manfaat Media Alat Peraga terhadap hasil Pengajaran PAK bagi siswa Sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga
-Korelasi Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Dasar Negeri Salatiga terhadap Pertumbuhan dan perkembangan iman Siswa
-Korelasi Pengajaran Pendidikan Agama Kristen yang diterima di Sekolah Dasar Negeri Salatiga, terhadap keaktifan Siswa dalam mengikuti ibadah sekolah minggu di gerejanya.
- Keteladanan Guru PAK dan Pengaruhnya terhadap Tingkah laku dan kepribadian siswa Sekolah Dasar Negeri kota Salatiga.

PPA DAN PENGARUHNYA
-Pengaruh PPA BUKIT HERMON SALATIGA, TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN SISWA KELAS 3-6 SEKOLAH DASAR.
-Pengaruh PPA bukit Hermon Kota Salatiga terhadap hasil belajar siswa kelas 2-6 Sekolah Dasar.
-Pengaruh PPA BUkti Hermon Kota Salatiga terhadap tugas dan tangungjawab siswa kelas 4-6 dalam mengikuti Pelajaran PAK DI SEKOLAH.
-Pengaruh PPA Immanuel terhadap tingkah laku dan keribadian siswa kelas 4 -6 sekolah Dasar Negeri kota salatiga.

PAK DAN TUGAS PENGINJILAN:
-MANFAAF PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH DASAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN, PERKMBANGAN GEREJA DAN MISI PENGINJILAN GEREJA SEJATI DI KOTA SALATIGA.
-PENGARUH PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 2 KOTA SALATIGA TERHADAP TINGKAH LAKU DAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS 5 DAN 6.
-IMPLEMENTASI KTSP DI SEKOLAH DASAR NEGERI 20 KOTA SALATIGA
-PENTINGNYA PENILAIAN DALAM KURIKULUM KTSP TERHADAP EFEKRTIFITAS PENGAJARAN PAK DISEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SALATIGA.

BIMBINGAN DAN KONSELING
-MANFAAT BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI SISWA BERMASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
-PENTINGNYA TINDAKAN KELAS.
-Pentingnya Hasil Penelitian Tindakan kelas, terhadap proses pengajaran PAK di sekolah Dasar Negeri Salatiga.
-Pengaruh Pengajaran dengan Metode Tuhan Yesus terhadap tujuan pengajaran PAK di sekolah Dasar Negeri Kota Salatiga.
-KTSP/SIlabus,materi dan Penilaian KTSP
Pentingnya Silabus Pengajaran PAK terhadap hasil belajar belajar siswa kelas kelas 1-6 Sekolah Dasar Negeri Kota salatiga.
-Pentingnya KTSP PAK terhadap Proses Pengajaran PAK di Sekolah Dasar Negeri 10 Kota Salatiga.
-Pentingnya Materi Pembelajaran terhadap tujuan pengajaran PAK pada siswa Sekolah Dasar Negeri kota salatiga.


PAK DI KELUARGA/ SEKOLAH MINGGU
-PENGARUH PAK DALAM KELUARGA KRISTEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4-6 DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SALATIGA.
-PENGARUH PAK DI SEKOLAH MINGGU TERHADAP TINGKAH LAKU DAN KEPTIBADIAN SISWA KELAS 5-6 SEKOLAH DASAR KOTA SALATIGA.
-PENGARUH PENDIDIKAN USIA DINI DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS I DALAM MENGIKUTI PELAJARAN AGAMA DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SALATIGA.

Guru, SM dan Pertumbuhan Gereja
-Guru PAK ujung tombak pengajaran, penginjilan dan pemuridan
Pertubuhan, perkembangan Sekolah Minggu melalui Pengajaran PAK disekolah Dasar Kota salatiga.
-Pengaruh Pengajaran PAK di sekolah Dasar Kristen kota salatiga terhadap pertumbuhan perkembangan sekolah minggu.

Metode Tuhan Yesus
-IMPLEMENTASI MEDOTE PENGAJARAN TUHAN YESUS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 2-6 SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SALATIGA.


Salatiga, awal Agustus 2010
Dipseriapkan oleh : Ev. Timotius Sukarman
HP. 085229161816